Kisah Hermawan, Lulus S2 dan S3 4 Tahun dengan IPK Sempurna di Universitas Brawijaya
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
“Namun di balik ribuan kegagalan tersebut, ada satu keberhasilan. Yang mana itulah yang, alhamdulillah, membawa saya lulus. Dan satu keberhasilan itulah yang membuat kami banyak melakukan luaran di jurnal internasional,” ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa UPN Yogyakarta Ini Raih Lulusan Terbaik, Cetak 16 Prestasi
Penelitian tersebut telah dipublikasikan di Wiley tahun 2022, membahas Boesenbergia rotunda (temu kunci) sebagai antikanker payudara berbasis metode bioinformatika inovatif. Selain itu, pengalaman riset enam bulan di Jepang juga membuahkan publikasi di Molecules tahun 2025 terkait potensi temu kunci sebagai anti-inflamasi dan anti-obesitas.
Bagi Hermawan, tolok ukur produktivitas bukan hanya banyaknya publikasi, tetapi juga kualitasnya.
“Kalau kita mengacu pada kuantitas saja, nanti papernya banyak tapi sitasinya sedikit. Jadi, selain kuantitas, kualitas juga penting,” terangnya.
Ia mengakui bahwa lingkungan riset yang kondusif turut berpengaruh.
“Di Lab Biomol UB sudah dibangun ekosistem riset yang suportif oleh Prof. Muhaimin Rifa’i dan Prof. Sasmito Djati. Jadi kita ke lab itu tidak stres, gitu. Dengan tujuan yang jelas, kemudian ekosistem riset yang bagus, saya yakin semua pasti bisa untuk menghasilkan banyak publikasi berkualitas,” ujarnya.
Saat ini, Hermawan melanjutkan kariernya sebagai Research Fellow di Pusat Studi Biosistem DRPM UB, setara dengan postdoctoral fellow. Ia memasang target tinggi untuk publikasi berikutnya.
Baca juga:Mahasiswa UPN Yogyakarta Ini Raih Lulusan Terbaik, Cetak 16 Prestasi
Penelitian tersebut telah dipublikasikan di Wiley tahun 2022, membahas Boesenbergia rotunda (temu kunci) sebagai antikanker payudara berbasis metode bioinformatika inovatif. Selain itu, pengalaman riset enam bulan di Jepang juga membuahkan publikasi di Molecules tahun 2025 terkait potensi temu kunci sebagai anti-inflamasi dan anti-obesitas.
Produktivitas Bukan Sekadar Jumlah Publikasi
Bagi Hermawan, tolok ukur produktivitas bukan hanya banyaknya publikasi, tetapi juga kualitasnya.
“Kalau kita mengacu pada kuantitas saja, nanti papernya banyak tapi sitasinya sedikit. Jadi, selain kuantitas, kualitas juga penting,” terangnya.
Ia mengakui bahwa lingkungan riset yang kondusif turut berpengaruh.
“Di Lab Biomol UB sudah dibangun ekosistem riset yang suportif oleh Prof. Muhaimin Rifa’i dan Prof. Sasmito Djati. Jadi kita ke lab itu tidak stres, gitu. Dengan tujuan yang jelas, kemudian ekosistem riset yang bagus, saya yakin semua pasti bisa untuk menghasilkan banyak publikasi berkualitas,” ujarnya.
Target Berikutnya: Publikasi di Nature
Saat ini, Hermawan melanjutkan kariernya sebagai Research Fellow di Pusat Studi Biosistem DRPM UB, setara dengan postdoctoral fellow. Ia memasang target tinggi untuk publikasi berikutnya.
Lihat Juga :