Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tanpa ragu, “Ibu dan mamah. Dua sosok perempuan yang paling kuat dan paling sabar. Mereka inspirasi saya untuk terus melangkah.”
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNJ, Hawa merasakan banyak perubahan dalam cara berpikir dan bersikap. “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut menantang diri. “Cari kerja itu sulit, tapi kalau kalian punya prestasi, semua akan lebih mudah,” ucapnya.
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Psikologi, Hawa berencana langsung terjun ke dunia kerja. “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menatap masa depan dengan penuh optimisme, Hawa tidak melupakan almamaternya. “UNJ sudah jadi rumah kedua saya. Perjalanannya memang tidak mudah, tapi saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucapnya penuh syukur.
Sebagai penutup, Hawa menyampaikan harapan untuk Fakultas Psikologi UNJ. “Menjadi kampus terbaik bukan soal slogan, tapi soal komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan. Semoga fakultas kita (Psikologi) terus maju dan melahirkan lebih banyak psikolog hebat,” tutupnya.
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNJ, Hawa merasakan banyak perubahan dalam cara berpikir dan bersikap. “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut menantang diri. “Cari kerja itu sulit, tapi kalau kalian punya prestasi, semua akan lebih mudah,” ucapnya.
Langsung Kerja
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Psikologi, Hawa berencana langsung terjun ke dunia kerja. “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menatap masa depan dengan penuh optimisme, Hawa tidak melupakan almamaternya. “UNJ sudah jadi rumah kedua saya. Perjalanannya memang tidak mudah, tapi saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucapnya penuh syukur.
Sebagai penutup, Hawa menyampaikan harapan untuk Fakultas Psikologi UNJ. “Menjadi kampus terbaik bukan soal slogan, tapi soal komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan. Semoga fakultas kita (Psikologi) terus maju dan melahirkan lebih banyak psikolog hebat,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :