Peduli Dunia Literasi, Mahasiswa UNS Ini Dirikan Perpustakaan Gratis
Senin, 14 September 2020 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada 31 Maret 2020, Azmi mulai membuka dan mengumumkan adanya Akwayan Pustaka kepada khalayak. Ia mulai menggencarkan taman bacaan mininya melalui daring maupun luring. Azmi baru mulai menggencarkan Akwayan Pustaka pada 31 Maret 2020 karena keresahannya terhadap buku-buku bajakan yang marak ia temui di status teman-temannya selama mengisi waktu di masa pandemi COVID-19. “Pas marak-maraknya PDF ilegal. Udah gemes banget pas itu. Mungkin ini waktunya kali ya memujudkan cita-cita bikin taman baca mini,” tuturnya.
Dari situ, ia mantap untuk membuka Akwayan Pustaka pada umum agar dapat meminimalisir penyebaran PDF ilegal. Orang-orang dapat meminjam buku secara gratis bahkan tanpa durasi di Akwayan Pustaka. Selain itu, Azmi juga menawarkan untuk mengantarkan buku langsung kepada para peminjamnya. Saat ini, Azmi merangkap sebagai pemilik sekaligus admin dari keberlangsungan Akwayan Pustaka. Ia juga dibantu oleh kedua adiknya untuk merekap data buku dan mendesain pernak-perniknya.
Kini, keluarga Azmi juga turut mendukung gerakan positif yang diinisiasinya. “Akwayan Pustaka seolah bukan lagi milikku seorang, akan tetapi milik keluarga karena Ayah, Ibu, dan Om turut andil di dalamnya. Dan Akwayan Pustaka kini mulai menjadi bagian dari masyarakat. Terdapat lebih dari 200 buku berbagai genre yang berada di rak buku Akwayan Pustaka. Meliputi buku kategori anak-anak, remaja, hingga orangtua. Terdapat berbagai macam buku seperti novel, motivasi, dan agama. Cara meminjam buku pun cukup mudah. Pertama, peminjam bisa mengakses link yang ada di bio Instagram @akwayanpustaka untuk melihat koleksi buku.
Lantas, peminjam cukup menghubungi kontak yang tertera. Kini, Akwayan Pustaka dapat dikunjungi oleh siapa pun. Mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, juga umum. Semua dapat membaca buku legal di sini. Azmi berpesan agar orang-orang dapat memiliki seribu alasan untuk terus membaca. “Pesan aku, tinggalkan seribu alasan untuk tidak mengeja aksara, yang enggak punya duit buat beli, nyewa, bayar denda, dan lain-lain. Sekarang ada peminjaman gratis, yuk manfaatin. Tinggal klik, cek, konfirm, buku udah sampai di tanganmu. Lalu buat seribu alasan untuk selalu mengeja aksara,” pungkasnya.
Dari situ, ia mantap untuk membuka Akwayan Pustaka pada umum agar dapat meminimalisir penyebaran PDF ilegal. Orang-orang dapat meminjam buku secara gratis bahkan tanpa durasi di Akwayan Pustaka. Selain itu, Azmi juga menawarkan untuk mengantarkan buku langsung kepada para peminjamnya. Saat ini, Azmi merangkap sebagai pemilik sekaligus admin dari keberlangsungan Akwayan Pustaka. Ia juga dibantu oleh kedua adiknya untuk merekap data buku dan mendesain pernak-perniknya.
Kini, keluarga Azmi juga turut mendukung gerakan positif yang diinisiasinya. “Akwayan Pustaka seolah bukan lagi milikku seorang, akan tetapi milik keluarga karena Ayah, Ibu, dan Om turut andil di dalamnya. Dan Akwayan Pustaka kini mulai menjadi bagian dari masyarakat. Terdapat lebih dari 200 buku berbagai genre yang berada di rak buku Akwayan Pustaka. Meliputi buku kategori anak-anak, remaja, hingga orangtua. Terdapat berbagai macam buku seperti novel, motivasi, dan agama. Cara meminjam buku pun cukup mudah. Pertama, peminjam bisa mengakses link yang ada di bio Instagram @akwayanpustaka untuk melihat koleksi buku.
Lantas, peminjam cukup menghubungi kontak yang tertera. Kini, Akwayan Pustaka dapat dikunjungi oleh siapa pun. Mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, juga umum. Semua dapat membaca buku legal di sini. Azmi berpesan agar orang-orang dapat memiliki seribu alasan untuk terus membaca. “Pesan aku, tinggalkan seribu alasan untuk tidak mengeja aksara, yang enggak punya duit buat beli, nyewa, bayar denda, dan lain-lain. Sekarang ada peminjaman gratis, yuk manfaatin. Tinggal klik, cek, konfirm, buku udah sampai di tanganmu. Lalu buat seribu alasan untuk selalu mengeja aksara,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :