Universitas YARSI Dorong Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Tanaman Herbal dan Digital Marketing

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:35 WIB
loading...
Universitas YARSI Dorong...
Universitas YARSI menggelar pengabdian masyarakat bertajuk Optimalisasi Lahan Fasum untuk Pemberdayaan Ekonomi Petugas Kebersihan dan Keamanan: Budidaya Tanaman Herbal sebagai Solusi Kesehatan Masyarakat. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Universitas YARSI menggelar pengabdian masyarakat bertajuk Optimalisasi Lahan Fasum untuk Pemberdayaan Ekonomi Petugas Kebersihan dan Keamanan: Budidaya Tanaman Herbal sebagai Solusi Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al Barokah dilanjutkan kunjungan ke Taman Herbal Surgawi Nusantara, Perumahan Banjar Wijaya, Tangerang. Kegiatan ini dipimpin oleh Juniarti, Kepala Pusat Penelitian Herbal Universitas YARSI.

Baca juga: Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum

Program ini menggabungkan tiga aspek utama pemberdayaan masyarakat, inovasi lingkungan, dan literasi herbal yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam dan semangat kemandirian ekonomi.

“Kami ingin membuktikan bahwa ilmu di kampus bukan hanya untuk ruang kuliah. Melalui taman herbal ini, masyarakat bisa belajar, mahasiswa bisa meneliti, dan lingkungan bisa tumbuh sehat serta produktif,” ujar Juniarti, yang juga dosen pengampu blok Fitofarmaka dan kuliah elektif kepeminatan herbal di Fakultas Kedokteran YARSI.

Taman Herbal sebagai Laboratorium Hidup

Taman Herbal Surgawi Nusantara kini menjadi laboratorium hidup yang menyatukan sains dan spiritualitas. Setiap tanaman diberi barcode yang dapat dipindai pengunjung untuk mengakses poster dan video edukatif berisi nama lokal dan latin, khasiat, efek samping, hingga cara pengolahan herbal.

Konten digital ini disusun oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI sebagai bagian dari pembelajaran kuliah elektif herbal. Dengan demikian, taman ini menjadi wahana nyata bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari alam, sekaligus mengabdi kepada masyarakat melalui literasi kesehatan.

“Mahasiswa berperan bukan hanya menanam, tapi juga membuat materi edukatif. Anak-anak dan masyarakat bisa belajar sambil bermain. Beginilah cara kami membumikan ilmu,” tambah Juniarti.

Eco-Enzyme: Dari Sampah Jadi Berkah


Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan pembuatan Eco-Enzyme, cairan fermentasi organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Narasumber utama, Sutini Wardi, praktisi sekaligus produsen eco-enzyme, membagikan formula sederhana 1:3:10 satu bagian molase (gula merah), tiga bagian sisa buah, dan sepuluh bagian air.

Hasil fermentasi ini menghasilkan cairan serbaguna yang bisa digunakan untuk pupuk organik, pembersih rumah tangga, penjernih air, hingga pengurai limbah.

“Saya mulai dari dapur rumah. Kini eco-enzyme yang saya hasilkan ditampung oleh pembeli. Dari sampah dapur, Allah bukakan jalan rezeki,” ujar Sutini.

Selain itu, Sutini juga memproduksi mol , POC (pupuk organik cair), dan kompos padat, yang kini mulai dipasarkan secara luas. Taman Herbal Surgawi Nusantara memanfaatkan hasil olahan ini untuk pemupukan, termasuk pupuk cair berbasis enzim EC4 yang dicampur dengan limbah taman dan air sebanyak 20 liter.

Kegiatan ini terselenggara lewat bantuan dari Hibah Dikti melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Digital Marketing: Dari Lokal ke Global


Agar hasil produksi masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital marketing bersama Muhammad Ghazali, pakar dan praktisi pemasaran digital.

“Kuncinya bukan sekadar menjual produk, tapi mendidik pasar. Gunakan media sosial untuk memberikan edukasi, bukan klaim berlebihan,” ujar pak Ghazali. Ia menjelaskan langkah-langkah praktis memasarkan produk melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, serta cara membangun kepercayaan pelanggan melalui storytelling dan konten edukatif.

Universitas YARSI mengintegrasikan nilai Islam dalam setiap kegiatannya. Taman ini menanam berbagai tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an dan sunnah seperti zaitun, delima, dan jahe sebagai simbol keberkahan, kemandirian, dan keteladanan Rasulullah.

“Menanam adalah ibadah. Setiap daun yang tumbuh membawa pahala dan manfaat. Kami ingin taman ini menjadi contoh bagaimana iman, ilmu, dan amal bisa berpadu membangun kesejahteraan,” ungkap Juniarti.

Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam program Hibah Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Guru, UNJ Sosialisasikan Deep Learning ke Pondok Pesantren
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Peneliti UNJ Gandeng...
Peneliti UNJ Gandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam Pengembangan Gim Literasi Gerak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Ganjar-Mahfud Komitmen...
Ganjar-Mahfud Komitmen Lewat E-Budgeting dan E-Planning
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved