FSRD IKJ Gelar Pameran Beyond Perception, Eksplorasi Seni Lintas Disiplin
Senin, 27 Oktober 2025 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
“Saya berharap kolaborasi ini tidak hanya terjadi di FSRD IKJ, tetapi juga antar fakultas di IKJ agar bisa menyelenggarakan pameran bersama. Seni tidak hanya bersifat estetik, tetapi juga menjadi medium riset terhadap pengalaman manusia,” tuturnya.
Tahun ini, pameran dikuratori oleh Firman Lie yang menafsirkan tema “Beyond Perception” sebagai upaya untuk menggugat batas-batas persepsi konvensional di tengah era visual yang semakin kompleks. Menurut Firman, persepsi manusia terhadap dunia kini semakin dimediasi oleh teknologi, budaya, dan nilai-nilai yang tidak selalu tampak di permukaan. Dalam konteks ini, seni rupa menjadi alat penting untuk menguji dan melampaui persepsi tersebut.
Pameran “Beyond Perception” mengajak pengunjung untuk meninjau ulang bagaimana manusia memahami realitas melalui indera, serta bagaimana seni dapat membuka ruang pemahaman baru di luar yang tampak atau terdengar. Melalui keberagaman latar belakang para pengajar dari berbagai program studi, pameran ini menghadirkan keragaman medium, perspektif, dan bahasa visual yang memperkaya cara pandang terhadap persepsi dan realitas.
Sebanyak 44 pengajar FSRD IKJ dari lima program studi berpartisipasi dalam pameran ini. Selain pameran utama, kegiatan juga akan dilengkapi dengan workshop pada 29–30 Oktober 2025 dan artist talk pada 31 Oktober 2025, yang terbuka bagi pengunjung dan masyarakat umum.
Tahun ini, pameran dikuratori oleh Firman Lie yang menafsirkan tema “Beyond Perception” sebagai upaya untuk menggugat batas-batas persepsi konvensional di tengah era visual yang semakin kompleks. Menurut Firman, persepsi manusia terhadap dunia kini semakin dimediasi oleh teknologi, budaya, dan nilai-nilai yang tidak selalu tampak di permukaan. Dalam konteks ini, seni rupa menjadi alat penting untuk menguji dan melampaui persepsi tersebut.
Pameran “Beyond Perception” mengajak pengunjung untuk meninjau ulang bagaimana manusia memahami realitas melalui indera, serta bagaimana seni dapat membuka ruang pemahaman baru di luar yang tampak atau terdengar. Melalui keberagaman latar belakang para pengajar dari berbagai program studi, pameran ini menghadirkan keragaman medium, perspektif, dan bahasa visual yang memperkaya cara pandang terhadap persepsi dan realitas.
Sebanyak 44 pengajar FSRD IKJ dari lima program studi berpartisipasi dalam pameran ini. Selain pameran utama, kegiatan juga akan dilengkapi dengan workshop pada 29–30 Oktober 2025 dan artist talk pada 31 Oktober 2025, yang terbuka bagi pengunjung dan masyarakat umum.
(nnz)
Lihat Juga :