Kemendikdasmen Sebut Pelaksanaan TKA Hari Pertama Lancar
Senin, 03 November 2025 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Koordinator TKA sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK 3 Bogor, Indah Retnowati, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa. "TKA menjadi momen penting bagi sekolah untuk memperoleh gambaran kemampuan peserta didik, khususnya dalam literasi, numerasi, dan penalaran logis. Hasil tes ini akan menjadi dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa," ungkapnya.
Selain untuk mengukur kemampuan, pelaksanaan TKA juga diharapkan mendorong budaya belajar positif di kalangan siswa. "Melalui TKA, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran," kata Indah.
Menurut data Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, proses pendaftaran TKA 2025 yang ditutup pada 5 Oktober lalu mencatat partisipasi tinggi dengan 3,52 juta peserta dari 43.918 sekolah di seluruh Indonesia. Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 1,75 juta siswa, diikuti SMK sebanyak 1,59 juta, dan MA sebanyak 506 ribu peserta. Sejumlah sekolah keagamaan dan khusus, seperti SMTK, SMAK, SMAgK, dan SLB, juga ikut berpartisipasi.
Dari sisi moda pelaksanaan, 73,15% sekolah melaksanakan TKA secara daring, 12,3% semi-daring, dan 0,01% masih dalam tahap finalisasi moda pelaksanaan. TKA 2025 akan berlangsung dalam tiga gelombang utama. Gelombang I digelar 3–4 November, Gelombang II 5–6 November, dan Gelombang khusus: 8–9 November. Sementara ujian susulan dijadwalkan pada 14–16 November 2025.
Melalui TKA 2025, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat ekosistem asesmen nasional yang lebih objektif, adaptif, dan inklusif. Dengan pelaksanaan digital dan keterlibatan jutaan siswa dari berbagai daerah, TKA diharapkan menjadi tolok ukur penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Selain untuk mengukur kemampuan, pelaksanaan TKA juga diharapkan mendorong budaya belajar positif di kalangan siswa. "Melalui TKA, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran," kata Indah.
Menurut data Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, proses pendaftaran TKA 2025 yang ditutup pada 5 Oktober lalu mencatat partisipasi tinggi dengan 3,52 juta peserta dari 43.918 sekolah di seluruh Indonesia. Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 1,75 juta siswa, diikuti SMK sebanyak 1,59 juta, dan MA sebanyak 506 ribu peserta. Sejumlah sekolah keagamaan dan khusus, seperti SMTK, SMAK, SMAgK, dan SLB, juga ikut berpartisipasi.
Dari sisi moda pelaksanaan, 73,15% sekolah melaksanakan TKA secara daring, 12,3% semi-daring, dan 0,01% masih dalam tahap finalisasi moda pelaksanaan. TKA 2025 akan berlangsung dalam tiga gelombang utama. Gelombang I digelar 3–4 November, Gelombang II 5–6 November, dan Gelombang khusus: 8–9 November. Sementara ujian susulan dijadwalkan pada 14–16 November 2025.
Melalui TKA 2025, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat ekosistem asesmen nasional yang lebih objektif, adaptif, dan inklusif. Dengan pelaksanaan digital dan keterlibatan jutaan siswa dari berbagai daerah, TKA diharapkan menjadi tolok ukur penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :