Siapkan Fondasi Koding dan AI, Pelatihan Berpikir Komputasional Calon Pelatih PAUD Digelar
Selasa, 04 November 2025 - 15:58 WIB
loading...
Puluhan calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi mengikuti program Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Puluhan calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD”, yang berlangsung pada Senin (3/11/2025).
Para peserta mendalami konsep berpikir komputasional dan implementasinya, sejalan dengan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini — kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif yang menjadi dasar dalam memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang. Karena itu, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas kami,” ungkap Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto.
Pelatihan ini melibatkan delapan guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat, dua daerah yang telah lebih dulu konsisten mengembangkan dan mengimplementasikan berpikir komputasional pada jenjang PAUD.
Dalam proses penyusunan panduan dan materi pelatihan, kedelapan guru tersebut didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM), Dr. Irma Yuliantina, M.Pd., serta di-review oleh Tim Bebras Indonesia, inisiatif internasional yang mempromosikan keterampilan berpikir komputasional sejak dini.
Panduan dan materi pelatihan yang dihasilkan akan menjadi rujukan bagi pengembangan pelatihan dan diseminasi berpikir komputasional di jenjang PAUD pada tahap berikutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sejak 2023, lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD telah mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari melalui pendampingan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang didukung Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Sementara di Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan berpikir komputasional telah diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sejak tahun 2023.
Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris mengapresiasi inisiatif pelatihan ini yang diselenggarakan di Kudus. Ia berharap program tersebut dapat memberi manfaat luas bagi daerah lain di Indonesia.
“Semoga dengan pelatihan ini, guru-guru di Kabupaten Sumbawa Barat bisa berkolaborasi dengan guru-guru dari Kabupaten Kudus, sehingga pelatihan ini menjadi bekal bagi guru PAUD dari berbagai daerah untuk mengajarkan anak-anak cara berpikir komputasional. Kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation ini sangat baik. Semoga menjadi program berkelanjutan,” ujar Sam’ani Intakoris.
Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, menegaskan bahwa berpikir komputasional bukanlah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dapat dibangun melalui kegiatan sehari-hari.
“Yang membedakannya adalah cara guru memberikan contoh dan pertanyaan pemantik untuk membangun cara berpikir anak dalam suatu kegiatan. Pengalaman dari Kudus dan Sumbawa Barat menunjukkan, ketika berpikir komputasional diterapkan secara konsisten, hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak,” jelas Felicia.
Sementara itu, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono, menambahkan bahwa berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi dengan pola pikir adaptif.
“Potensinya semakin besar jika ditanamkan sejak dini. Melalui kolaborasi dengan pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, kami berharap langkah ini dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Priyo.
Pelatihan Calon Pelatih ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia — mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Jawa, serta perwakilan dari Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat PAUD, serta UPT Ditjen GTK dan PG dari Provinsi Jawa Tengah dan NTB.
Para peserta mendalami konsep berpikir komputasional dan implementasinya, sejalan dengan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini — kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif yang menjadi dasar dalam memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang. Karena itu, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas kami,” ungkap Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto.
Pelatihan ini melibatkan delapan guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat, dua daerah yang telah lebih dulu konsisten mengembangkan dan mengimplementasikan berpikir komputasional pada jenjang PAUD.
Dalam proses penyusunan panduan dan materi pelatihan, kedelapan guru tersebut didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM), Dr. Irma Yuliantina, M.Pd., serta di-review oleh Tim Bebras Indonesia, inisiatif internasional yang mempromosikan keterampilan berpikir komputasional sejak dini.
Panduan dan materi pelatihan yang dihasilkan akan menjadi rujukan bagi pengembangan pelatihan dan diseminasi berpikir komputasional di jenjang PAUD pada tahap berikutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sejak 2023, lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD telah mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari melalui pendampingan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang didukung Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Sementara di Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan berpikir komputasional telah diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sejak tahun 2023.
Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris mengapresiasi inisiatif pelatihan ini yang diselenggarakan di Kudus. Ia berharap program tersebut dapat memberi manfaat luas bagi daerah lain di Indonesia.
“Semoga dengan pelatihan ini, guru-guru di Kabupaten Sumbawa Barat bisa berkolaborasi dengan guru-guru dari Kabupaten Kudus, sehingga pelatihan ini menjadi bekal bagi guru PAUD dari berbagai daerah untuk mengajarkan anak-anak cara berpikir komputasional. Kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation ini sangat baik. Semoga menjadi program berkelanjutan,” ujar Sam’ani Intakoris.
Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, menegaskan bahwa berpikir komputasional bukanlah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dapat dibangun melalui kegiatan sehari-hari.
“Yang membedakannya adalah cara guru memberikan contoh dan pertanyaan pemantik untuk membangun cara berpikir anak dalam suatu kegiatan. Pengalaman dari Kudus dan Sumbawa Barat menunjukkan, ketika berpikir komputasional diterapkan secara konsisten, hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak,” jelas Felicia.
Sementara itu, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono, menambahkan bahwa berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi dengan pola pikir adaptif.
“Potensinya semakin besar jika ditanamkan sejak dini. Melalui kolaborasi dengan pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, kami berharap langkah ini dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Priyo.
Pelatihan Calon Pelatih ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia — mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Jawa, serta perwakilan dari Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat PAUD, serta UPT Ditjen GTK dan PG dari Provinsi Jawa Tengah dan NTB.
(nnz)
Lihat Juga :