UAI dan Kedubes UEA Sukses Gelar Forum Bahasa Arab Global

Rabu, 05 November 2025 - 11:41 WIB
loading...
UAI dan Kedubes UEA...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Persatuan Emirat Arab (UEA) di Jakarta secara resmi membuka Forum Budaya UEA 2025 pada Selasa, 28 Oktober 2025, di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia, Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “UEA sebagai Penghubung Bahasa Arab dengan Dunia Global” berlangaung dua hari (28-29 Oktober 2025) ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kebudayaan dan pendidikan antara Indonesia dengan dunia Arab. Acara dihadiri oleh para duta besar dan perwakilan 8 negara di Timur Tengah. Para perwakilan yang hadir diantaranya dari Arab Saudi, Mesir, Aljazair, Tunisia, Mauritania, Qatar, Irak, dan Maroko.

Selain perwakilan diplomatik, turut hadir pula Menteri Luar Negeri periode 1999-2001, Alwi Shihab; Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin; Prof. Dr. Amin Suyitno, dari Kementerian Agama; Raden Usman Effendi dari Kementerian Kebudayaan; dan Krisdianto, Ph.D., dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hadir pula Prof. Dr. Uril Bahruddin, Ketua IMLA Indonesia; Bangun Budi Satriyo, Ketua MGMP Bahasa Arab DKI Jakarta; Drs. H. Abu Hurairah, Kabid LAZWAF Al Azhar; Drs. H. Tatang Komara, Takmir Masjid Agung Al Azhar; Ahmad Faisal Lubis, Kasi Keagamaan YPI Al Azhar; dan jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar Indonesia; serta para kepala sekolah se-DKI Jakarta. Acara ini juga diikuti oleh peserta lomba Bahasa Arab dari tingkat SMA dan universitas, serta seluruh hadirin yang memenuhi Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara UAI dan Kedutaan Besar UAE. Beliau menegaskan bahwa forum ini mencerminkan perhatian Uni Emirat Arab dalam menyebarluaskan dan memperkuat posisi Bahasa Arab melalui berbagai inisiatif global. “Forum ini menjadi wujud nyata kepedulian Uni Emirat Arab terhadap pelestarian dan penyebaran Bahasa Arab. Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat membangun jembatan budaya yang lebih kuat antara dunia Arab dan Indonesia,” ujar AlDhaheri.

Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi internasional. “UAE Cultural Forum bukan hanya sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persahabatan dan kolaborasi akademik yang terus terjalin antara Indonesia dan negara-negara Arab,” tutur Rektor. Beliau juga berharap kemitraan ini terus berkembang melalui kolaborasi akademik dan riset yang lebih luas, termasuk kemungkinan pembentukan United Arab Emirates Corner di lingkungan UAI.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan final debat Bahasa Arab antar universitas yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, acara ini juga menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Peran UAE dalam Menyebarkan Bahasa Arab”. Seminar diisi oleh dua pembicara utama, yaitu Dr. Ali Bin Tamim, Direktur Abu Dhabi Center untuk Bahasa Arab, dan Prof. Dr. Faisal Mubarak Seff, Lc., M.A., dari IMLA Indonesia

Forum Budaya UEA 2025 menjadi wujud nyata dari komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia dalam memperkuat peran diplomasi budaya dan bahasa Arab di kancah global. Melalui sinergi dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab dan berbagai lembaga pendidikan, UAI terus berupaya menjadi penghubung peradaban antara Indonesia dan dunia Arab.

Forum Budaya UEA 2025 hari kedua di UAI : Mengenal Lebih Dekat Uni Emirat Arab
Rangkaian Forum Budaya UEA 2025 “UAE as the Bridge of Arabic Language to the World” yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bersama Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) berlanjut ke hari kedua dengan sesi sharing dan diskusi interaktif bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Uni Emirat Arab.”

Sharing session ini disampaikan oleh lima narasumber yang merupakan alumni universitas di UEA, yaitu Muhammad Mualfi Fahrul Fanani, B.A., Faiz Ilyas Mukhtar, B.Sc., Muhamad Paisal Akbar, B.A., dan Amirah Husein Ahmad, B.A. Saling berbagi pengalaman menempuh pendidikan di negeri Teluk tersebut. Menurut mereka, UEA bukan hanya dikenal lewat ikon-ikon modern seperti Dubai dan Burj Khalifa, tetapi juga melalui komitmennya dalam mengembangkan pendidikan, kebudayaan, dan inovasi global.

Para narasumber menjelaskan bahwa sejarah berdirinya Uni Emirat Arab dimulai pada 2 Desember 1971, ketika enam dinasti sepakat membentuk satu negara, yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Fujairah, Umm Al-Quwain, dan Ajman. Kemudian pada 10 Februari 1972, Ras Al-Khaimah bergabung sebagai emirat ketujuh. Abu Dhabi menjadi ibu kota negara, sementara Sharjah dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan.

Dalam sesi ini, mereka menggambarkan sistem pendidikan di UEA yang modern, tertib, dan multikultural, di mana berbagai bangsa hidup berdampingan dengan harmonis. Para narasumber juga memperkenalkan tradisi khas khushmak atau salam hidung yang melambangkan rasa hormat dan keakraban dalam budaya Arab. Mereka menambahkan bahwa pemisahan aktivitas pria dan wanita di UEA justru menciptakan rasa aman serta menjaga privasi perempuan.

Selain berbagi pengalaman kehidupan di sana, para alumni menjelaskan bahwa setiap wilayah di Uni Emirat Arab memiliki keunggulan pendidikan tersendiri. Abu Dhabi dikenal dengan bidang perminyakannya, Dubai unggul dalam teknologi dan kecerdasan buatan (AI), sedangkan Sharjah menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan. Mereka juga memberikan informasi praktis mengenai tata cara pendaftaran kuliah dan peluang beasiswa di universitas-universitas UEA, serta mendorong peserta untuk mengenal lebih dalam kehidupan akademik melalui kegiatan dan media sosial Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) UEA.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri, menyampaikan kata penutup dengan memberikan apresiasi kepada Rektor, dosen, serta seluruh mahasiswa UAI atas terselenggaranya forum ini.“Saya berharap acara ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan penyebaran bahasa Arab yang sangat indah dan luar biasa,” ujar Al Dhaheri.

Usai sesi penutupan, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba yang telah diselenggarakan selama dua hari. Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, bersama Duta Besar Uni Emirat Arab, H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri, menyerahkan secara langsung hadiah dan piagam penghargaan kepada para pemenang.

Selain sesi berbagi inspiratif, hari kedua Forum Budaya UEA 2025 turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Melayu dan pertunjukan Angklung dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UAI. Forum Budaya UEA 2025 menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan diplomatik, budaya, dan akademik antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Uni Emirat Arab.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siasat Gizi Seimbang...
Siasat Gizi Seimbang dan Jurus Anti-Hoaks: Panduan Penting untuk Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
UAI Luncurkan Unit Layanan...
UAI Luncurkan Unit Layanan Disabilitas, Kerja Sama dengan University of Edinburgh
545 Lulusan UAI Siap...
545 Lulusan UAI Siap Berkarya, Rektor Beri Pesan Inspiratif
Milad ke-24, Rektor...
Milad ke-24, Rektor UAI Canangkan Gerakan UAI Unggul
UAI Gandeng University...
UAI Gandeng University of Edinburgh Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas
UNU Yogya dan MBZ UH...
UNU Yogya dan MBZ UH Sepakati Pembangunan Kampus MBZ College for Future Studies
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Rekomendasi
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Berita Terkini
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved