Aktif Riset, Profesor Muda IPB University Raih Habibie Prize 2025
Selasa, 11 November 2025 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Profil Peter Berkowitz, Profesor Pembela Zionis Israel yang Diundang UI
Prof Anuraga mengurai, penelitiannya selama ini berfokus pada ilmu dan teknologi pakan, khususnya rekayasa pakan ternak untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Topik ini telah ia tekuni sejak masa studinya di Jerman dan Swiss, dan terus ia kembangkan selama lebih dari 15 tahun terakhir.
“Kami merekayasa pakan agar ternak tetap produktif, tetapi menghasilkan emisi metan yang lebih rendah. Jadi kontribusinya bukan hanya untuk sektor peternakan, tapi juga untuk mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Dalam penelitiannya, Prof Anuraga banyak memanfaatkan senyawa alami dari tanaman, seperti polifenol dan tanin—komponen yang juga terdapat pada teh dan dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.
“Komponen sepat pada teh itu tanin. Nah, senyawa aktif itu yang kami manfaatkan dalam pakan ternak untuk menekan emisi metan,” tambahnya.
Prof Anuraga mengurai, penelitiannya selama ini berfokus pada ilmu dan teknologi pakan, khususnya rekayasa pakan ternak untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Topik ini telah ia tekuni sejak masa studinya di Jerman dan Swiss, dan terus ia kembangkan selama lebih dari 15 tahun terakhir.
“Kami merekayasa pakan agar ternak tetap produktif, tetapi menghasilkan emisi metan yang lebih rendah. Jadi kontribusinya bukan hanya untuk sektor peternakan, tapi juga untuk mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Dalam penelitiannya, Prof Anuraga banyak memanfaatkan senyawa alami dari tanaman, seperti polifenol dan tanin—komponen yang juga terdapat pada teh dan dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.
“Komponen sepat pada teh itu tanin. Nah, senyawa aktif itu yang kami manfaatkan dalam pakan ternak untuk menekan emisi metan,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :