KPKP Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Komitmen Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Senin, 24 November 2025 - 15:08 WIB
loading...
KPKP PTMA menjalin kerja sama dengan Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pengembangan Ekonomi Biru. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - KPKP PTMA memberi perhatian khusus kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dalam pengembangan ekonomi biru. Dalam hal ini Muhammadiyah pun bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah pusat.
Sejalan dengan itu, Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) pun melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca juga: Kemensetneg Buka Pendaftaran Magang 2026 untuk Siswa SMK dan Mahasiswa, Cek Syarat dan Alurnya
Selaku penandatangan dari KPKP PTMA yaitu Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Endang Rudiatin, menegaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir telah menjadi prioritas bagi Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi biru.
KPKP PTMA merupakan konsorsium perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berdomisili di area pesisir, pesisir perbatasan dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya antara lain UM Jakarta, Pontianak, Riau, Maluku Utara, Kupang, Instekmu Tarakan, dan menyusul PTMA lainnya.
Konsorsium merupakan kumpulan para pakar pesisir dan kelautan dari berbagai disiplin ilmu dan berdiri atas inisiasi Dr. Endang Rudiatin dari Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir UMJ dan Prof. Bambang Setiaji ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum Prof. Abdul Mu'ti menunjuk KPKP PTMA untuk menindaklanjuti nota kesepemahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani Maret 2025.
"Sebagai mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi, mendukung peningkatan konsumsi ikan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia," kata Endang, melalui siaran pers, Senin (24/11/2025).
Perjanjian kerja sama dengan KKP, lanjut dia, dijabarkan dalam Rencana Aksi, salah satunya membuat pelatihan dan pendampingan dalam legalitas dan sertifikasi usaha perikanan dan kelautan yang diprioritaskan pada petani rumput laut, garam, nelayan ubur-ubur, dan olahan perikanan laut.
Kemudian juga melakukan pemetaan data dan potensi pelaku usaha perikanan dan kelautan, termasuk mendorong wirausaha mahasiswa untuk menangkap peluang usaha dari memasyarakatkan gemar makan ikan (Gemarikan).
Di samping itu KPKP juga akan melibatkan seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah untuk mengkampanyekan dan memasyarakatkan makan ikan bagi Generasi Emas 2045, melalui berbagai webinar, penelitian dan pengabdian serta kegiatan bermuhammadiyah.
Lebih lanjut, di Hari Ikan Nasional Endang mengajak seluruh pihak untuk semakin gemar makan ikan. "Mari kita jadikan Hari Ikan Nasional ini sebagai momentum memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)."
Menurut Endang, protein ikan sangat penting sebagai sumber pangan bergizi dan sehat bagi anak-anak sekolah. Kecukupan gizi bagi anak-anak Indonesia perlu didukung bukan hanya pada sajian saja, juga proses pengolahannya, termasuk kehalalannya bagi konsumen Muslim.
Anak-anak sekarang banyak disajikan jajanan dan camilan yang perlahan menurunkan kesehatan, padahal sehat kunci utama bagi pendidikan yang prima.
Endang pun mengajak seluruh pihak ikut menjaga laut Indonesia untuk kesejahteraan bangsa. "Bersama, kita wujudkan laut yang lestari dan masyarakat yang sejahtera," tandasnya.
Sejalan dengan itu, Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) pun melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca juga: Kemensetneg Buka Pendaftaran Magang 2026 untuk Siswa SMK dan Mahasiswa, Cek Syarat dan Alurnya
Selaku penandatangan dari KPKP PTMA yaitu Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Endang Rudiatin, menegaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir telah menjadi prioritas bagi Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi biru.
KPKP PTMA merupakan konsorsium perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berdomisili di area pesisir, pesisir perbatasan dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya antara lain UM Jakarta, Pontianak, Riau, Maluku Utara, Kupang, Instekmu Tarakan, dan menyusul PTMA lainnya.
Konsorsium merupakan kumpulan para pakar pesisir dan kelautan dari berbagai disiplin ilmu dan berdiri atas inisiasi Dr. Endang Rudiatin dari Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir UMJ dan Prof. Bambang Setiaji ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum Prof. Abdul Mu'ti menunjuk KPKP PTMA untuk menindaklanjuti nota kesepemahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani Maret 2025.
"Sebagai mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi, mendukung peningkatan konsumsi ikan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia," kata Endang, melalui siaran pers, Senin (24/11/2025).
Perjanjian kerja sama dengan KKP, lanjut dia, dijabarkan dalam Rencana Aksi, salah satunya membuat pelatihan dan pendampingan dalam legalitas dan sertifikasi usaha perikanan dan kelautan yang diprioritaskan pada petani rumput laut, garam, nelayan ubur-ubur, dan olahan perikanan laut.
Kemudian juga melakukan pemetaan data dan potensi pelaku usaha perikanan dan kelautan, termasuk mendorong wirausaha mahasiswa untuk menangkap peluang usaha dari memasyarakatkan gemar makan ikan (Gemarikan).
Di samping itu KPKP juga akan melibatkan seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah untuk mengkampanyekan dan memasyarakatkan makan ikan bagi Generasi Emas 2045, melalui berbagai webinar, penelitian dan pengabdian serta kegiatan bermuhammadiyah.
Lebih lanjut, di Hari Ikan Nasional Endang mengajak seluruh pihak untuk semakin gemar makan ikan. "Mari kita jadikan Hari Ikan Nasional ini sebagai momentum memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)."
Menurut Endang, protein ikan sangat penting sebagai sumber pangan bergizi dan sehat bagi anak-anak sekolah. Kecukupan gizi bagi anak-anak Indonesia perlu didukung bukan hanya pada sajian saja, juga proses pengolahannya, termasuk kehalalannya bagi konsumen Muslim.
Anak-anak sekarang banyak disajikan jajanan dan camilan yang perlahan menurunkan kesehatan, padahal sehat kunci utama bagi pendidikan yang prima.
Endang pun mengajak seluruh pihak ikut menjaga laut Indonesia untuk kesejahteraan bangsa. "Bersama, kita wujudkan laut yang lestari dan masyarakat yang sejahtera," tandasnya.
(nnz)
Lihat Juga :