Asia Business Consulting Program 2025 Bekali Mahasiswa dengan Wawasan Bisnis Regional dan Global
Jum'at, 28 November 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Melalui pendekatan tersebut, program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, kolaboratif, dan adaptif, sesuai tuntutan bisnis regional dan global.
Dalam rangkaian kegiatan, Ideal Venture Studio menjadi salah satu studi kasus utama. Organisasi inovasi ini menghadirkan gambaran mengenai bagaimana perusahaan modern mengelola proses inovasi secara terstruktur, mulai dari validasi ide hingga komersialisasi.
Peserta mempelajari bagaimana ekosistem kolaboratif, talent agility, dan portfolio thinking diterapkan sebagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan inovasi. Model kerja tersebut memperlihatkan bagaimana daya saing perusahaan Asia banyak ditentukan oleh kombinasi kreativitas, struktur yang tepat, dan kecepatan eksekusi.
Selain studi kasus tersebut, peserta juga mengikuti rangkaian kuliah multidisiplin yang membahas isu-isu strategis di kawasan Asia. Topik seperti sustainability, transformasi proses bisnis, retensi karyawan dalam perusahaan multikultural, strategi branding global, dan manajemen strategis disampaikan oleh pengajar dari NTU dan institusi mitra.
Melalui materi ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana perusahaan Asia beradaptasi dengan perubahan regulasi, tantangan digitalisasi, serta dinamika pasar global yang semakin kompetitif.
Pembelajaran dalam program ini tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Peserta juga mengikuti kegiatan budaya di beberapa lokasi penting di Taiwan, termasuk Liberty Square. Kegiatan culture tour tersebut menjadi ruang belajar tambahan mengenai perbedaan perspektif, cara berkomunikasi, dan nilai-nilai budaya yang memengaruhi dinamika kerja dalam tim multinasional.
Dalam rangkaian kegiatan, Ideal Venture Studio menjadi salah satu studi kasus utama. Organisasi inovasi ini menghadirkan gambaran mengenai bagaimana perusahaan modern mengelola proses inovasi secara terstruktur, mulai dari validasi ide hingga komersialisasi.
Peserta mempelajari bagaimana ekosistem kolaboratif, talent agility, dan portfolio thinking diterapkan sebagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan inovasi. Model kerja tersebut memperlihatkan bagaimana daya saing perusahaan Asia banyak ditentukan oleh kombinasi kreativitas, struktur yang tepat, dan kecepatan eksekusi.
Selain studi kasus tersebut, peserta juga mengikuti rangkaian kuliah multidisiplin yang membahas isu-isu strategis di kawasan Asia. Topik seperti sustainability, transformasi proses bisnis, retensi karyawan dalam perusahaan multikultural, strategi branding global, dan manajemen strategis disampaikan oleh pengajar dari NTU dan institusi mitra.
Melalui materi ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana perusahaan Asia beradaptasi dengan perubahan regulasi, tantangan digitalisasi, serta dinamika pasar global yang semakin kompetitif.
Pembelajaran dalam program ini tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Peserta juga mengikuti kegiatan budaya di beberapa lokasi penting di Taiwan, termasuk Liberty Square. Kegiatan culture tour tersebut menjadi ruang belajar tambahan mengenai perbedaan perspektif, cara berkomunikasi, dan nilai-nilai budaya yang memengaruhi dinamika kerja dalam tim multinasional.
Lihat Juga :