LKS Digital Interaktif Inovasi President University Bikin Belajar Lebih Seru
Senin, 01 Desember 2025 - 18:12 WIB
loading...
A
A
A
Namun ia juga menyoroti masalah yang dihadapi sekolah. “Sekolah kami heterogen, baik dari sisi kemampuan maupun gaya belajar siswa. Jumlah kelas tidak besar, tapi guru harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang bisa memfasilitasi semua. Dukungan yang paling kami butuhkan adalah perangkat pembelajaran yang sesuai zaman, serta pelatihan guru untuk membuat media interaktif.”
Program PKM ini tidak hanya menambah variasi metode belajar, tapi juga menjawab persoalan strategis sekolah: lemahnya promosi digital.
Dokumentasi kegiatan pembelajaran kreatif melalui foto, video, dan testimoni siswa kini diproyeksikan menjadi konten promosi di media sosial sekolah.
“Sekolah jadi punya bahan promosi yang otentik. Bukan sekadar iklan, tapi menunjukkan kelas yang hidup dan sesuai kebutuhan zaman,” jelas Hadi Jaya Putra anggota tim PKM.
TimPresident University menargetkan keberlanjutan program ini hingga akhir 2025 dengan langkah-langkah strategis seperti, Panduan Media Pembelajaran, Konten Promosi Digital, Publikasi Ilmiah dan Media Massa, dan Pendaftaran HAKI.
“Target kita bukan hanya menghasilkan produk, tapi juga membangun kapasitas guru. Harapannya, LKS inovatif ini bisa masuk ke kurikulum rutin sekolah dan jadi daya tarik utama bagi masyarakat,” tegas Remandhia Mulcki.
Remandhia menambahkan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Hibah Skema Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemendiktisaintek2025. Tanpa dukungan ini, program tentu tidak akan berjalan sebaik ini.”
“Belajar itu seharusnya menyenangkan. Kalau siswa senang, guru juga ikut bahagia. Itulah inti dari inovasi ini,” tutup Fransiska Rachel, anggota tim PKM President University.
Program PKM ini tidak hanya menambah variasi metode belajar, tapi juga menjawab persoalan strategis sekolah: lemahnya promosi digital.
Dokumentasi kegiatan pembelajaran kreatif melalui foto, video, dan testimoni siswa kini diproyeksikan menjadi konten promosi di media sosial sekolah.
“Sekolah jadi punya bahan promosi yang otentik. Bukan sekadar iklan, tapi menunjukkan kelas yang hidup dan sesuai kebutuhan zaman,” jelas Hadi Jaya Putra anggota tim PKM.
TimPresident University menargetkan keberlanjutan program ini hingga akhir 2025 dengan langkah-langkah strategis seperti, Panduan Media Pembelajaran, Konten Promosi Digital, Publikasi Ilmiah dan Media Massa, dan Pendaftaran HAKI.
“Target kita bukan hanya menghasilkan produk, tapi juga membangun kapasitas guru. Harapannya, LKS inovatif ini bisa masuk ke kurikulum rutin sekolah dan jadi daya tarik utama bagi masyarakat,” tegas Remandhia Mulcki.
Remandhia menambahkan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Hibah Skema Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemendiktisaintek2025. Tanpa dukungan ini, program tentu tidak akan berjalan sebaik ini.”
“Belajar itu seharusnya menyenangkan. Kalau siswa senang, guru juga ikut bahagia. Itulah inti dari inovasi ini,” tutup Fransiska Rachel, anggota tim PKM President University.
(nnz)
Lihat Juga :