Program PISN 2025, Universitas Telkom Revitalisasi Digital Pelestarian Celentung Garut
Kamis, 04 Desember 2025 - 13:23 WIB
loading...
Tim pengabdian masyarakat Telkom University (Tel-U) memberikan pelatihan optimalisasi media digital untuk meningkatkan kompetensi dan promosi Sanggar Celentung, Selaawi, Kabupaten Garut Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
GARUT - Universitas Telkom melakukan pengabdian masyarakat di Sanggar Celentung, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Mereka melakukan pendampingan sebagai upaya menghidupkan kembali musik tradisional Celentung yang kian meredup popularitasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Program tersebut dibangun di atas empat pilar utama.
Pertama, peningkatan kapasitas digital para anggota sanggar melalui pelatihan pembuatan konten dan pengelolaan media sosial. Kedua, mendorong kembali popularitas alat musik Celentung agar lebih dikenal masyarakat luas. Baca juga: Telkom University Buka Pendaftaran Jalur Rapor 2026, Ada Beasiswa Penuh
Ketiga, menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, termasuk pengembangan game edukasi berbasis Android. Keempat, memperkuat keberlanjutan sanggar melalui penyediaan perangkat pendukung produksi konten digital.
Lewat pelatihan intensif, PISN mempercepat proses transformasi digital sanggar. Ketua dan para anggota kini mampu membuat beragam konten edukatif secara mandiri, mulai dari video tutorial, rekaman audio berkualitas, hingga materi promosi budaya yang dapat dipublikasikan melalui berbagai platform digital.
“Program PISN ini ibaratnya menyelamatkan warisan leluhur dengan bahasa zaman sekarang. Kami bukan hanya mempertunjukkan Celentung, tetapi juga diajari cara memperkenalkan kekayaan budaya ini ke ruang digital. Ini kemampuan baru yang sangat membuka wawasan kami,” kata Pendiri Sanggar Celentung Agus Mulyana, Kamis (4/12/2025).
Dampak program mulai terlihat jelas. Jumlah pengikut dan interaksi di akun media sosial sanggar meningkat, disertai bertambahnya minat generasi muda untuk belajar memainkan Celentung. Penyajian materi pembelajaran yang lebih modern turut memperkuat daya tariknya.
“Kolaborasi dengan Universitas Telkom melalui PISN adalah contoh konkret bagaimana program pemerintah dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Budaya kita tidak lagi sekadar dikenang, tetapi kembali hidup dan relevan berkat teknologi. Pemerintahan Desa Putrajawa siap memfasilitasi kebutuhan ruang pelatihan untuk kegiatan ini,” kata Hadi, perwakilan Pemerintah Desa Putrajawa. Baca juga: Peternak Cihonje Banyumas Dilatih IoT dan Pengolahan Pupuk Organik
Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada penyusunan strategi keberlanjutan ekonomi kreatif sanggar. Universitas Telkom bersama Sanggar Celentung menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemdiktisaintek atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui PISN 2025.
Celentung merupakan alat musik bambu yang berasal dari Selaawi Garut dengan bilah-bilah nada yang menghasilkan suara khas. Instrumen ini dapat dimainkan dengan iringan musik modern lainnya dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran musik khususnya generasi muda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Program tersebut dibangun di atas empat pilar utama.
Pertama, peningkatan kapasitas digital para anggota sanggar melalui pelatihan pembuatan konten dan pengelolaan media sosial. Kedua, mendorong kembali popularitas alat musik Celentung agar lebih dikenal masyarakat luas. Baca juga: Telkom University Buka Pendaftaran Jalur Rapor 2026, Ada Beasiswa Penuh
Ketiga, menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, termasuk pengembangan game edukasi berbasis Android. Keempat, memperkuat keberlanjutan sanggar melalui penyediaan perangkat pendukung produksi konten digital.
Lewat pelatihan intensif, PISN mempercepat proses transformasi digital sanggar. Ketua dan para anggota kini mampu membuat beragam konten edukatif secara mandiri, mulai dari video tutorial, rekaman audio berkualitas, hingga materi promosi budaya yang dapat dipublikasikan melalui berbagai platform digital.
“Program PISN ini ibaratnya menyelamatkan warisan leluhur dengan bahasa zaman sekarang. Kami bukan hanya mempertunjukkan Celentung, tetapi juga diajari cara memperkenalkan kekayaan budaya ini ke ruang digital. Ini kemampuan baru yang sangat membuka wawasan kami,” kata Pendiri Sanggar Celentung Agus Mulyana, Kamis (4/12/2025).
Dampak program mulai terlihat jelas. Jumlah pengikut dan interaksi di akun media sosial sanggar meningkat, disertai bertambahnya minat generasi muda untuk belajar memainkan Celentung. Penyajian materi pembelajaran yang lebih modern turut memperkuat daya tariknya.
“Kolaborasi dengan Universitas Telkom melalui PISN adalah contoh konkret bagaimana program pemerintah dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Budaya kita tidak lagi sekadar dikenang, tetapi kembali hidup dan relevan berkat teknologi. Pemerintahan Desa Putrajawa siap memfasilitasi kebutuhan ruang pelatihan untuk kegiatan ini,” kata Hadi, perwakilan Pemerintah Desa Putrajawa. Baca juga: Peternak Cihonje Banyumas Dilatih IoT dan Pengolahan Pupuk Organik
Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada penyusunan strategi keberlanjutan ekonomi kreatif sanggar. Universitas Telkom bersama Sanggar Celentung menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemdiktisaintek atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui PISN 2025.
Celentung merupakan alat musik bambu yang berasal dari Selaawi Garut dengan bilah-bilah nada yang menghasilkan suara khas. Instrumen ini dapat dimainkan dengan iringan musik modern lainnya dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran musik khususnya generasi muda.
(poe)
Lihat Juga :