Cerita Mapala USK Bertaruh Nyawa Membawa Bantuan Ke Desa yang Terisolir Bencana di Aceh

Sabtu, 06 Desember 2025 - 10:00 WIB
loading...
A A A


"Saya bersama Pak Dusun Julfikar, serta tujuh warga Bergang, berangkat dari Blang Rakal menuju KM 60. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalur hutan, tebing rawan longsor, hingga jembatan darurat yang dibangun dari tiang listrik yang tumbang," ungkapnya, melalui siaran pers Kemendiktisaintek, Sabtu (6/12/2025).

Evakuasi dalam Kondisi Ekstrem


Jalanan aspal telah hilang, berganti dengan jembatan yang putus total dan beberapa titik longsor yang menganga. Muslim mengatakan bahwa jarak puluhan kilometer itu harus ditempuh dengan berjalan kaki, memakan waktu berjam-jam dalam kelelahan.

Sesampainya di jembatan gantung Desa Bergang—satu-satunya akses yang tersisa namun kondisinya kian rapuh—kisah penyelamatan pun dimulai. Dengan hanya bermodalkan sit harness (tali pengaman panjat tebing), tim relawan mulai mengevakuasi warga yang paling rentan.

Pemandangan begitu mencekam namun haru: seorang tuna netra yang hanya memiliki satu tangan, dituntun perlahan meniti jembatan gantung di atas arus sungai yang liar. Di belakangnya, ibu-ibu hamil yang napasnya tertahan karena cemas, serta lansia berusia senja dan balita-balita mungil, satu per satu ditarik keluar dari wilayah terisolasi menuju tempat yang lebih aman di Lampahan.



Sementara evakuasi berlangsung, kondisi di dalam Desa Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk semakin mendesak. Ratusan jiwa, termasuk puluhan bayi dan lansia, bertahan dalam keterbatasan makanan dan obat-obatan.

Persediaan beras menipis, beberapa keluarga terpaksa bertahan hidup hanya dengan memakan pisang dan ubi. Solidaritas warga menjadi satu-satunya penyambung hidup, di mana mereka yang masih memiliki sedikit beras berbagi dengan tetangga yang kelaparan.

Ironi semakin nyata ketika tenaga kesehatan setempat—tiga bidan dan satu perawat—kehabisan stok obat-obatan telah habis total. Padahal, ada warga yang sakit parah, belasan ibu hamil yang menanti kelahiran, dan duka mendalam akibat korban jiwa yang telah jatuh sebelumnya. Belasan rumah pun telah lenyap disapu alur sungai, menyisakan trauma mendalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Mendikdasmen Pastikan...
Mendikdasmen Pastikan Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh Tuntas 2026
437 Madrasah di Aceh...
437 Madrasah di Aceh Siap Pembelajaran Tatap Muka pada 5 Januari 2026
Mendikdasmen Sebut 85...
Mendikdasmen Sebut 85 Persen Sekolah di Aceh-Sumatera Sudah Bisa Beroperasi
16.467 Guru dan Tendik...
16.467 Guru dan Tendik Terdampak Bencana dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
Universitas Budi Luhur...
Universitas Budi Luhur Nyalakan 1.000 Lilin untuk Korban Banjir Sumatera
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved