Perguruan Tinggi Bersatu Tangani Banjir Bandang di Sumbar
Kamis, 11 Desember 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Unand juga menjadikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi kampus–relawan–perguruan tinggi sekitar, memastikan alur bantuan lebih terarah.
Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.
Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan sejumlah titik lain. Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan.
Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani. Bantuan datang setiap hari, bergerak mengikuti kondisi lapangan.
Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak. UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi.
Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur. Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir.
PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan. Para relawan bekerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, dan aparat setempat mengangkat puing, kayu besar, serta material banjir yang menyumbat jalur vital.
PNP juga menyalurkan bantuan logistik, pakaian, obat-obatan, serta bekerja sama dengan mitra industri yang menyediakan ratusan paket makanan siap konsumsi.
Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.
Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan sejumlah titik lain. Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan.
Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani. Bantuan datang setiap hari, bergerak mengikuti kondisi lapangan.
Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak. UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi.
Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur. Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir.
PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan. Para relawan bekerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, dan aparat setempat mengangkat puing, kayu besar, serta material banjir yang menyumbat jalur vital.
PNP juga menyalurkan bantuan logistik, pakaian, obat-obatan, serta bekerja sama dengan mitra industri yang menyediakan ratusan paket makanan siap konsumsi.
Lihat Juga :