Perguruan Tinggi Bersatu Tangani Banjir Bandang di Sumbar
Kamis, 11 Desember 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memprioritaskan langkah strategis berupa pemetaan kebutuhan pengungsi di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba. Kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, hingga kebutuhan sanitasi dicatat secara detail oleh tim.
KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus.
Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi. Relawan kampus turun langsung ke rumah-rumah mahasiswa dan dosen terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Selain itu UPI YPTK juga berkolaborasi dengan influencer dan platform bantuan sosial menghadirkan, sartu excavator, dua dump truck, dan dukungan psikolog dari Fakultas Psikologi. Bantuan ini mempercepat pembersihan rumah warga dan membantu pemulihan mental masyarakat yang masih terpukul.
Selain kampus-kampus yang telah tercatat dalam laporan awal ini, berbagai perguruan tinggi lain di Sumbar juga bergerak cepat dan aktif dalam penanganan bencana melalui, pengiriman relawan mahasiswa, gerakan donasi internal, pembukaan posko kampus, penyediaan layanan kesehatan, pendistribusian logistik, serta kontribusi tenaga ahli untuk asesmen geologi, lingkungan, dan sosial.
Kemendiktisaintek terus menghimpun pembaruan data harian dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatra Barat, termasuk kampus-kampus yang saat ini masih dalam proses pelaporan formal. Mengingat situasi lapangan yang sangat dinamis, data akan terus bergerak seiring bertambahnya relawan, bantuan, dan kebutuhan masyarakat.
KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus.
Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi. Relawan kampus turun langsung ke rumah-rumah mahasiswa dan dosen terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Selain itu UPI YPTK juga berkolaborasi dengan influencer dan platform bantuan sosial menghadirkan, sartu excavator, dua dump truck, dan dukungan psikolog dari Fakultas Psikologi. Bantuan ini mempercepat pembersihan rumah warga dan membantu pemulihan mental masyarakat yang masih terpukul.
Selain kampus-kampus yang telah tercatat dalam laporan awal ini, berbagai perguruan tinggi lain di Sumbar juga bergerak cepat dan aktif dalam penanganan bencana melalui, pengiriman relawan mahasiswa, gerakan donasi internal, pembukaan posko kampus, penyediaan layanan kesehatan, pendistribusian logistik, serta kontribusi tenaga ahli untuk asesmen geologi, lingkungan, dan sosial.
Kemendiktisaintek terus menghimpun pembaruan data harian dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatra Barat, termasuk kampus-kampus yang saat ini masih dalam proses pelaporan formal. Mengingat situasi lapangan yang sangat dinamis, data akan terus bergerak seiring bertambahnya relawan, bantuan, dan kebutuhan masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :