Kemendiktisaintek Dorong Aksi Kemanusiaan Kampus untuk Pemulihan Bencana Sumbar
Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan sejumlah titik lain.
Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan. Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani.
Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak.
UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi. Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur.
Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir. PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan.
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memprioritaskan langkah strategis berupa pemetaan kebutuhan pengungsi di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba. Kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, hingga kebutuhan sanitasi dicatat secara detail oleh tim. KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus. Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi.
Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan. Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani.
Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak.
UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi. Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur.
Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir. PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan.
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memprioritaskan langkah strategis berupa pemetaan kebutuhan pengungsi di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba. Kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, hingga kebutuhan sanitasi dicatat secara detail oleh tim. KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus. Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi.
(nnz)
Lihat Juga :