Kemendiktisaintek Dorong Aksi Kemanusiaan Kampus untuk Pemulihan Bencana Sumbar
Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui sistem yang sudah disesuaikan dengan standar WHO, setiap posko dapat melaporkan temuan kasus harian secara terstruktur, dan semua data dapat direkap setiap hari untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh pasien,” jelas relawan kesehatan Unand, Aldi.
Aksi kolektif ini merupakan gambaran pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kemanusiaan.
Sementara itu, sebelumnya diberitakan sejak hari pertama bencana, Unand bergerak menuju Palembayan, Agam, salah satu titik yang paling terdampak. Tim awal melakukan observasi cepat, memetakan kebutuhan paling mendesak, antara lain layanan kesehatan berkelanjutan, logistik medis, dan tenaga terlatih di lapangan.
Dari temuan tersebut, Unand mengerahkan tim medis lengkap, antara lain dokter spesialis ortopedi, telinga hidung dan Tltenggorokan, penyakit dalam, konsultan, dokter anak, ahli gizi, hingga dokter obgyn yang memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Keberangkatan berikutnya membawa logistik medis, apoteker, serta tenaga kesehatan masyarakat yang bekerja dari rumah ke rumah dan posko ke posko. Unand juga menjadikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi kampus–relawan–perguruan tinggi sekitar, memastikan alur bantuan lebih terarah.
Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.
Aksi kolektif ini merupakan gambaran pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kemanusiaan.
Sementara itu, sebelumnya diberitakan sejak hari pertama bencana, Unand bergerak menuju Palembayan, Agam, salah satu titik yang paling terdampak. Tim awal melakukan observasi cepat, memetakan kebutuhan paling mendesak, antara lain layanan kesehatan berkelanjutan, logistik medis, dan tenaga terlatih di lapangan.
Dari temuan tersebut, Unand mengerahkan tim medis lengkap, antara lain dokter spesialis ortopedi, telinga hidung dan Tltenggorokan, penyakit dalam, konsultan, dokter anak, ahli gizi, hingga dokter obgyn yang memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Keberangkatan berikutnya membawa logistik medis, apoteker, serta tenaga kesehatan masyarakat yang bekerja dari rumah ke rumah dan posko ke posko. Unand juga menjadikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi kampus–relawan–perguruan tinggi sekitar, memastikan alur bantuan lebih terarah.
Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.
Lihat Juga :