Kementerian Kebudayaan Gelar Festival Budaya Tempe Goes to UNESCO
Senin, 22 Desember 2025 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Setiap langkah peserta dimaknai sebagai wujud solidaritas dan kebanggaan kolektif terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus ajakan untuk menjadikan tempe sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan Budaya Tempe, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai sistem pengetahuan tradisional yang relevan menghadapi tantangan global.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T. D. Retnoastuti, serta Direktur Jenderal Pemanfaatan, Pengembangan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.
Hadir pula perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat, di antaranya Afghanistan, Filipina, Serbia, Vietnam, Rusia, Timor Leste, Kuwait, Laos, Kamboja, dan Papua Nugini, yang turut memperkuat dukungan internasional terhadap pengakuan Budaya Tempe.
Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan Budaya Tempe Goes to UNESCO merupakan wadah strategis untuk mengampanyekan kearifan lokal Indonesia. Upaya ini menjadi langkah penting dalam mempromosikan pangan lokal sebagai ekspresi budaya sekaligus memperjuangkan pengakuan Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan Budaya Tempe, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai sistem pengetahuan tradisional yang relevan menghadapi tantangan global.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T. D. Retnoastuti, serta Direktur Jenderal Pemanfaatan, Pengembangan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.
Hadir pula perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat, di antaranya Afghanistan, Filipina, Serbia, Vietnam, Rusia, Timor Leste, Kuwait, Laos, Kamboja, dan Papua Nugini, yang turut memperkuat dukungan internasional terhadap pengakuan Budaya Tempe.
Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan Budaya Tempe Goes to UNESCO merupakan wadah strategis untuk mengampanyekan kearifan lokal Indonesia. Upaya ini menjadi langkah penting dalam mempromosikan pangan lokal sebagai ekspresi budaya sekaligus memperjuangkan pengakuan Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO.
(nnz)
Lihat Juga :