Racun Ular Antarkan Yasmin Nadhiva Jadi Lulusan Terbaik S2 IPB University
Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Yasmin menambahkan, penelitian terkait racun ular picung masih sangat terbuka untuk dikembangkan karena minimnya informasi, baik di kalangan masyarakat umum maupun peneliti.
“Semoga hasil penelitian ini bisa memperkaya pengetahuan tentang biologi ular picung serta membuka peluang pemanfaatan racun sebagai bahan biologis, seperti pengembangan antitoksin atau antiserum,” kata Yasmin.
Baginya, kesempatan menempuh studi pascasarjana di IPB University merupakan pengalaman akademik yang berharga. Selama studi, ia menempuh Peminatan Ilmu Faal dan Khasiat Obat, Sub-Peminatan Anatomi, Histologi, dan Embriologi, berangkat dari ketertarikannya pada bidang anatomi veteriner sejak menempuh pendidikan S1 Kedokteran Hewan di IPB University.
“Ilmu anatomi mengajarkan bahwa setiap struktur tubuh makhluk hidup memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan. Masih banyak struktur anatomi satwa yang belum dieksplorasi, dan itu mendorong saya untuk terus meneliti,” katanya.
Melalui tesis berjudul penelitian struktur kelenjar nuchalis ular picung, Yasmin berhasil menambah informasi ilmiah baru mengenai keberadaan dan karakteristik kelenjar racun pada spesies tersebut, yang melengkapi pengetahuan sebelumnya tentang kelenjar bisa yang telah lebih dulu dikenal.
“Semoga hasil penelitian ini bisa memperkaya pengetahuan tentang biologi ular picung serta membuka peluang pemanfaatan racun sebagai bahan biologis, seperti pengembangan antitoksin atau antiserum,” kata Yasmin.
Baginya, kesempatan menempuh studi pascasarjana di IPB University merupakan pengalaman akademik yang berharga. Selama studi, ia menempuh Peminatan Ilmu Faal dan Khasiat Obat, Sub-Peminatan Anatomi, Histologi, dan Embriologi, berangkat dari ketertarikannya pada bidang anatomi veteriner sejak menempuh pendidikan S1 Kedokteran Hewan di IPB University.
“Ilmu anatomi mengajarkan bahwa setiap struktur tubuh makhluk hidup memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan. Masih banyak struktur anatomi satwa yang belum dieksplorasi, dan itu mendorong saya untuk terus meneliti,” katanya.
Melalui tesis berjudul penelitian struktur kelenjar nuchalis ular picung, Yasmin berhasil menambah informasi ilmiah baru mengenai keberadaan dan karakteristik kelenjar racun pada spesies tersebut, yang melengkapi pengetahuan sebelumnya tentang kelenjar bisa yang telah lebih dulu dikenal.
(nnz)
Lihat Juga :