Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–Australia 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
Minggu, 25 Januari 2026 - 18:00 WIB
loading...
Kemenag resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10) 2026. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10) 2026. Pendaftaran dibuka hari ini, Minggu (25/1/2026) hingga 15 Februari 2026.
Program beasiswa ini dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi guru, ustadz, kyai, tenaga kependidikan, dosen, alumni PTK, serta pegawai Kementerian Agama.
Baca juga: Beasiswa IASP 2026 untuk Dosen Kuliah S3 di Austria Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.
Beasiswa ini ditujukan bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kementerian Agama, serta alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Persyaratan utama antara lain berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026, lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00, belum pernah menempuh pendidikan magister, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL ITP 500.
Baca juga: Beasiswa LPDP untuk Kader Ulama Masjid Istiqlal 2026 Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Selain itu, pelamar wajib menyertakan surat rekomendasi, menulis personal statement, menyusun rencana studi, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta bersedia menandatangani pernyataan komitmen dan integritas. Pendaftar juga tidak diperkenankan mendaftar atau mengikuti seleksi ASN (CPNS/PPPK) selama proses maupun masa penerimaan beasiswa.
Calon awardee yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan selama dua tahun, dengan skema satu tahun kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, dan satu tahun berikutnya di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL), University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyatakan, program beasiswa double degree ini merupakan pengembangan dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang sejalan dengan skema co-funding LPDP.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud komitmen strategis Kemenag dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas akademik, serta mencetak kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan.
Kamaruddin juga menilai kemitraan dengan universitas ternama di Australia, termasuk University of Canberra, membuka peluang besar bagi pengembangan jejaring global bagi akademisi dan profesional Indonesia.
Ia pun mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa bergengsi ini guna mendorong pengembangan karier dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan.
Program beasiswa ini dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi guru, ustadz, kyai, tenaga kependidikan, dosen, alumni PTK, serta pegawai Kementerian Agama.
Baca juga: Beasiswa IASP 2026 untuk Dosen Kuliah S3 di Austria Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.
Beasiswa ini ditujukan bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kementerian Agama, serta alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Persyaratan utama antara lain berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026, lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00, belum pernah menempuh pendidikan magister, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL ITP 500.
Baca juga: Beasiswa LPDP untuk Kader Ulama Masjid Istiqlal 2026 Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Selain itu, pelamar wajib menyertakan surat rekomendasi, menulis personal statement, menyusun rencana studi, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta bersedia menandatangani pernyataan komitmen dan integritas. Pendaftar juga tidak diperkenankan mendaftar atau mengikuti seleksi ASN (CPNS/PPPK) selama proses maupun masa penerimaan beasiswa.
Calon awardee yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan selama dua tahun, dengan skema satu tahun kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, dan satu tahun berikutnya di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL), University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyatakan, program beasiswa double degree ini merupakan pengembangan dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang sejalan dengan skema co-funding LPDP.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud komitmen strategis Kemenag dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas akademik, serta mencetak kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan.
Kamaruddin juga menilai kemitraan dengan universitas ternama di Australia, termasuk University of Canberra, membuka peluang besar bagi pengembangan jejaring global bagi akademisi dan profesional Indonesia.
Ia pun mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa bergengsi ini guna mendorong pengembangan karier dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan.
(nnz)
Lihat Juga :