FIP UNJ Gelar Equity in Excellence, Perluas Jejaring dengan Dunia Usaha dan Industri
Kamis, 29 Januari 2026 - 22:00 WIB
loading...
FIP UNJ menyelenggarakan kegiatan bertema Equity in Excellence: Celebrating Partnership by Bridging Academia and Industry. Foto/UNJ.
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) menyelenggarakan kegiatan bertema “Equity in Excellence: Celebrating Partnership by Bridging Academia and Industry”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNJ membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak pihak mengenal potensi UNJ.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Naraya by UNJ pada 28 Januari 2026 berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ.
Baca juga: Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi, dalam sambutannya menyampaikan amanat Rektor UNJ berupa permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada para mitra dari dunia usaha dan industri, pemerintah daerah, yayasan, serta berbagai pihak yang hadir.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNJ membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak pihak mengenal potensi UNJ.
Baca juga: Lowongan Kerja Kedubes AS Dibuka Kembali, Gaji Tembus Rp217 Juta per Tahun
Prof. Fahrurrozi juga menyoroti status UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dari total 23 PTNBH di Indonesia. Menurutnya, terdapat dua aspek penting dalam menjaga stabilitas di era PTNBH, yakni kemandirian dan reputasi internasional.
“UNJ dituntut untuk mandiri secara finansial dan unggul dalam sumber daya riset, sehingga perlu terus menggali potensi kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Dari sisi reputasi, UNJ tercatat masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional seperti World University Rankings (WUR), Times Higher Education World University Rankings (THE WUR), dan UI GreenMetric.
Berdasarkan rilis WUR, UNJ menempati peringkat 8 nasional dalam bidang pendidikan. Sementara itu, dalam bidang sosial, UNJ masuk 21 perguruan tinggi terbaik nasional.
Sementara itu, Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Saat ini, sekitar 63 persen program studi di FIP UNJ telah meraih akreditasi internasional, sementara program studi lainnya terakreditasi unggul dan baik untuk program studi baru di bidang perpustakaan, sains, dan informasi.
Aip menjelaskan bahwa lulusan FIP UNJ tidak hanya berkiprah sebagai guru SD, guru PAUD, fasilitator, maupun tutor, tetapi juga berkontribusi di sektor non-pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Masukan dari para mitra menjadi hal yang sangat penting bagi pengembangan FIP ke depan. Kami berharap kemitraan ini terus terjalin secara harmonis dan membuka lebih banyak peluang kerja sama,” pungkasnya.
Sementara itu menurut Dian perwakilan dari sekolah BPK Penabur mengungkapkan bahwa kebutuhan guru sangat tinggi saat ini. Untuk itu menurut Dian keterampilan penting bagi guru saat ini yang perlu ditekankan adalah kemampuan berbahasa ingris, teknologi pembelajaran serta berkarakter.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Naraya by UNJ pada 28 Januari 2026 berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ.
Baca juga: Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi, dalam sambutannya menyampaikan amanat Rektor UNJ berupa permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada para mitra dari dunia usaha dan industri, pemerintah daerah, yayasan, serta berbagai pihak yang hadir.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNJ membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak pihak mengenal potensi UNJ.
Baca juga: Lowongan Kerja Kedubes AS Dibuka Kembali, Gaji Tembus Rp217 Juta per Tahun
Prof. Fahrurrozi juga menyoroti status UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dari total 23 PTNBH di Indonesia. Menurutnya, terdapat dua aspek penting dalam menjaga stabilitas di era PTNBH, yakni kemandirian dan reputasi internasional.
“UNJ dituntut untuk mandiri secara finansial dan unggul dalam sumber daya riset, sehingga perlu terus menggali potensi kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Dari sisi reputasi, UNJ tercatat masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional seperti World University Rankings (WUR), Times Higher Education World University Rankings (THE WUR), dan UI GreenMetric.
Berdasarkan rilis WUR, UNJ menempati peringkat 8 nasional dalam bidang pendidikan. Sementara itu, dalam bidang sosial, UNJ masuk 21 perguruan tinggi terbaik nasional.
Sementara itu, Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Saat ini, sekitar 63 persen program studi di FIP UNJ telah meraih akreditasi internasional, sementara program studi lainnya terakreditasi unggul dan baik untuk program studi baru di bidang perpustakaan, sains, dan informasi.
Aip menjelaskan bahwa lulusan FIP UNJ tidak hanya berkiprah sebagai guru SD, guru PAUD, fasilitator, maupun tutor, tetapi juga berkontribusi di sektor non-pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Masukan dari para mitra menjadi hal yang sangat penting bagi pengembangan FIP ke depan. Kami berharap kemitraan ini terus terjalin secara harmonis dan membuka lebih banyak peluang kerja sama,” pungkasnya.
Sementara itu menurut Dian perwakilan dari sekolah BPK Penabur mengungkapkan bahwa kebutuhan guru sangat tinggi saat ini. Untuk itu menurut Dian keterampilan penting bagi guru saat ini yang perlu ditekankan adalah kemampuan berbahasa ingris, teknologi pembelajaran serta berkarakter.
(nnz)
Lihat Juga :