Cerita dr Merlins Waromi, Perempuan Papua Lulusan Dokter Spesialis Tercepat UGM
Kamis, 05 Februari 2026 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Selama tiga tahun berkuliah di UGM, Merlins menceritakan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapinya terutama standar kualitas pendidikan yang berbeda dari kampusnya terdahulu.
Ia merasa bahwa standar perkuliahan yang ada di Indonesia bagian Timur masih memiliki ketimpangan yang jauh dengan apa yang ada di kampus UGM. Oleh karena itu, ia harus banyak beradaptasi, entah dari segi kemajuan perkembangan teknologi, keilmuan ilmiah, dan sebagainya.
Untuk mengatasi keterbatasan dirinya dalam mencerna materi perkuliahan, Merlins harus mampu membuang jauh-jauh perasaan minder dan rasa tidak percaya. Jika dirasa tidak mengerti akan materi pembelajaran di kelas, Merlins tidak segan-segan mencari sendiri referensi menggunakan fasilitas perpustakaan atau bertanya dengan rekan mahasiswa lainnya bahkan perawat, tenaga medis hingga dosen.
“Di sini untuk mengakali semuanya itu, saya itu orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi,” kenangnya.
Terkait penelitiannya, Merlins mengambil penelitian tentang profil dan pola kepekaan dari bakteri penyebab infeksi yang disebabkan oleh penggunaan kateter di rumah sakit. Sebagai latar belakang dari risetnya ini, Merlin mengangkat kasus tentang Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI), atau infeksi saluran kemih yang terjadi akibat penggunaan kateter urin menetap, terutama yang terpasang lebih dari 2 hari.
“Dari penelitian yang saya lakukan ternyata angka kejadian CAUTI di rumah sakit Sarjito itu cukup tinggi dan faktor-faktor resiko penyebabnya itu adalah penurunan tingkat kesadaran dan juga riwayat pembedahan yang terjadi pada pasien-pasien tersebut,” terangnya.
Soal tips keberhasilannya bisa menyelesaikan studi spesialis dalam waktu lebih cepat, Merlins sendiri mengaku bahwa ia selalu menyiapkan list target dan timeline atas tugas-tugasnya. “Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya, dan jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, maka saya akan mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkapnya.
Ia merasa bahwa standar perkuliahan yang ada di Indonesia bagian Timur masih memiliki ketimpangan yang jauh dengan apa yang ada di kampus UGM. Oleh karena itu, ia harus banyak beradaptasi, entah dari segi kemajuan perkembangan teknologi, keilmuan ilmiah, dan sebagainya.
Untuk mengatasi keterbatasan dirinya dalam mencerna materi perkuliahan, Merlins harus mampu membuang jauh-jauh perasaan minder dan rasa tidak percaya. Jika dirasa tidak mengerti akan materi pembelajaran di kelas, Merlins tidak segan-segan mencari sendiri referensi menggunakan fasilitas perpustakaan atau bertanya dengan rekan mahasiswa lainnya bahkan perawat, tenaga medis hingga dosen.
“Di sini untuk mengakali semuanya itu, saya itu orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi,” kenangnya.
Terkait penelitiannya, Merlins mengambil penelitian tentang profil dan pola kepekaan dari bakteri penyebab infeksi yang disebabkan oleh penggunaan kateter di rumah sakit. Sebagai latar belakang dari risetnya ini, Merlin mengangkat kasus tentang Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI), atau infeksi saluran kemih yang terjadi akibat penggunaan kateter urin menetap, terutama yang terpasang lebih dari 2 hari.
“Dari penelitian yang saya lakukan ternyata angka kejadian CAUTI di rumah sakit Sarjito itu cukup tinggi dan faktor-faktor resiko penyebabnya itu adalah penurunan tingkat kesadaran dan juga riwayat pembedahan yang terjadi pada pasien-pasien tersebut,” terangnya.
Soal tips keberhasilannya bisa menyelesaikan studi spesialis dalam waktu lebih cepat, Merlins sendiri mengaku bahwa ia selalu menyiapkan list target dan timeline atas tugas-tugasnya. “Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya, dan jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, maka saya akan mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkapnya.
(nnz)
Lihat Juga :