Cerita dr Merlins Waromi, Perempuan Papua Lulusan Dokter Spesialis Tercepat UGM
Kamis, 05 Februari 2026 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Keputusannya memilih melanjutkan perkuliahan pendidikan dokter spesialis ke UGM karena menurutnya banyak orang Papua yang nyaman bahkan menganggap Yogyakarta menjadi rumah kedua mereka.
Asumsi itu dibuktikannya setelah sampai di Yogyakarta, menurut Merlins, warga Jogja sangatlah ramah dan menyambut warga pendatang. “Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami,”katanya.
Kesempatan dirinya melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis menurut Merlins tidak lepas dari hasil kerja sama yang dilakukan oleh UGM dengan mitra perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Papua.
Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM bagi Merlins telah membantunya untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).
Beasiswa tersebut diutarakannya, membuka kesempatan lebar bagi para putra putri daerah untuk melanjutkan beberapa bidang spesialisasi. “UGM ini salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerja sama atau MOU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur, seperti itu, sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut,” ceritanya.
Soal pilihannya menempuh dokter spesialis mikrobiologi karena kegemarannya melihat media-media pertumbuhan bakteri dan jamur. Menurutnya, dengan warnanya yang bermacam-macam dan cantik-cantik jika dilihat secara kasat mata itu lah yang menjadi pemicu awal dari rasa penasarannya terhadap bidang ini.
Selain itu, ia pun berpikir bahwa dalam dunia kedokteran, biasanya penyakit infeksi lah yang paling banyak ditemukan. Bidang mikrobiologi sangat membantu untuk mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini,” ujarnya.
Asumsi itu dibuktikannya setelah sampai di Yogyakarta, menurut Merlins, warga Jogja sangatlah ramah dan menyambut warga pendatang. “Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami,”katanya.
Kesempatan dirinya melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis menurut Merlins tidak lepas dari hasil kerja sama yang dilakukan oleh UGM dengan mitra perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Papua.
Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM bagi Merlins telah membantunya untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).
Beasiswa tersebut diutarakannya, membuka kesempatan lebar bagi para putra putri daerah untuk melanjutkan beberapa bidang spesialisasi. “UGM ini salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerja sama atau MOU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur, seperti itu, sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut,” ceritanya.
Soal pilihannya menempuh dokter spesialis mikrobiologi karena kegemarannya melihat media-media pertumbuhan bakteri dan jamur. Menurutnya, dengan warnanya yang bermacam-macam dan cantik-cantik jika dilihat secara kasat mata itu lah yang menjadi pemicu awal dari rasa penasarannya terhadap bidang ini.
Selain itu, ia pun berpikir bahwa dalam dunia kedokteran, biasanya penyakit infeksi lah yang paling banyak ditemukan. Bidang mikrobiologi sangat membantu untuk mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini,” ujarnya.
Lihat Juga :