Mendikdasmen Ingatkan AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru
Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Seminar internasional ini menghadirkan pakar pendidikan bahasa seperti dari Inggris dan Taiwan, yang membahas perubahan lanskap pembelajaran Bahasa Inggris akibat hadirnya teknologi generatif. Diskusi menyoroti pentingnya literasi kritis, etika, dan peran guru sebagai pengarah pembelajaran di tengah melimpahnya konten yang dihasilkan oleh AI.
Berbagai pandangan dari pembicara internasional dalam seminar ini memperkuat kesimpulan bahwa AI tidak mengurangi pentingnya pendidikan bahasa.
Guru Besar Bahasa Inggris UHAMKA, Herri Mulyono, melalui kajiannya menjelaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak boleh menggeser peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator berpikir kritis, refleksi etis, dan kesadaran budaya. Ia juga mengingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada AI serta pentingnya penguatan identitas profesional guru.
Sementara itu, pendiri ClarityEnglish (Inggris), Andrew Stokes, dalam paparan berbasis riset dan praktik kelas, menekankan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas mikro pembelajaran, seperti asesmen, materi personal, dan pengayaan kosakata.
Namun, ia menegaskan bahwa relasi manusia, pengelolaan kelas, dan pembentukan karakter tetap menjadi wilayah yang tidak dapat digantikan teknologi.
Berbagai pandangan dari pembicara internasional dalam seminar ini memperkuat kesimpulan bahwa AI tidak mengurangi pentingnya pendidikan bahasa.
Guru Besar Bahasa Inggris UHAMKA, Herri Mulyono, melalui kajiannya menjelaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak boleh menggeser peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator berpikir kritis, refleksi etis, dan kesadaran budaya. Ia juga mengingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada AI serta pentingnya penguatan identitas profesional guru.
Sementara itu, pendiri ClarityEnglish (Inggris), Andrew Stokes, dalam paparan berbasis riset dan praktik kelas, menekankan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas mikro pembelajaran, seperti asesmen, materi personal, dan pengayaan kosakata.
Namun, ia menegaskan bahwa relasi manusia, pengelolaan kelas, dan pembentukan karakter tetap menjadi wilayah yang tidak dapat digantikan teknologi.
(nnz)
Lihat Juga :