Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia
Rabu, 25 Februari 2026 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjuangannya bukan untuk mencari validasi atau pengakuan. “Aku tidak pernah berjuang untuk orang lain. Tidak pernah risau apa yang orang pikir. Tidak pernah sibuk cari validasi dari dapat award ini itu. Yang aku sibuk lakukan adalah pengen tahu seberapa tinggi aku bisa terbang,” ungkapnya.
Selama 21 tahun di Jepang, kontribusinya tidak hanya di bidang akademik. Ia membantu inovasi tempe agar lebih dikenal di dunia internasional, mendorong peningkatan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang, serta membimbing puluhan mahasiswa yang telah dan akan kembali mengabdi ke Tanah Air.
Atas dedikasinya, Sastia menerima Momofuku Ando Award 2024 yang diberikan oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi. Dalam momen tersebut, ia menyampaikan harapannya agar risetnya dapat memberikan kontribusi bagi Jepang maupun Indonesia.
“I hope that my research can contribute to the well-being of Japanese society and my home country Indonesia as well. I hope I can continue to be a bridge between the two countries,” tulisnya.
Unggahan Sastia pun mendapat respons dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. Dalam kolom komentar, Stella menulis, “Jika kita menggunakan beasiswa LPDP dengan tepat, akan lebih banyak lagi yang seperti Mbak Sastia ????????.”
Bagi Sastia, hidup bukan sekadar tentang pencapaian pribadi. “All I ever wanted in life is to live a life filled with purpose and meaning. Aku hanya berdoa agar tiap hal yang aku lakukan tiap harinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” tulisnya.
Kisah Sastia Prama Putri menjadi inspirasi bahwa dedikasi, keberanian, dan kecintaan pada Tanah Air dapat berjalan beriringan, meski berkarier dan berkontribusi di panggung internasional.
Selama 21 tahun di Jepang, kontribusinya tidak hanya di bidang akademik. Ia membantu inovasi tempe agar lebih dikenal di dunia internasional, mendorong peningkatan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang, serta membimbing puluhan mahasiswa yang telah dan akan kembali mengabdi ke Tanah Air.
Atas dedikasinya, Sastia menerima Momofuku Ando Award 2024 yang diberikan oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi. Dalam momen tersebut, ia menyampaikan harapannya agar risetnya dapat memberikan kontribusi bagi Jepang maupun Indonesia.
“I hope that my research can contribute to the well-being of Japanese society and my home country Indonesia as well. I hope I can continue to be a bridge between the two countries,” tulisnya.
Unggahan Sastia pun mendapat respons dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. Dalam kolom komentar, Stella menulis, “Jika kita menggunakan beasiswa LPDP dengan tepat, akan lebih banyak lagi yang seperti Mbak Sastia ????????.”
Bagi Sastia, hidup bukan sekadar tentang pencapaian pribadi. “All I ever wanted in life is to live a life filled with purpose and meaning. Aku hanya berdoa agar tiap hal yang aku lakukan tiap harinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” tulisnya.
Kisah Sastia Prama Putri menjadi inspirasi bahwa dedikasi, keberanian, dan kecintaan pada Tanah Air dapat berjalan beriringan, meski berkarier dan berkontribusi di panggung internasional.
(nnz)
Lihat Juga :