Kisah Zufa Lulusan Ilmu Keperawatan UGM dengan IPK 4,00: Setiap Malam Saya Telpon Ibu
Kamis, 26 Februari 2026 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Zufa membawa mimpinya menjadi besar di bidang medika. Ia menilai program studi yang diambilnya mempunyai andil besar di masyarakat seiring dengan keilmuan yang berkelanjutan.
Menurutnya, ilmu kesehatan akan terus berkembang dan perlu dipelajari. Seiring dengan hal ini, ia sedang melanjutkan belajarnya di program profesi ners selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Serta tugas akhir yang dikembangkan adalah penyusunan video edukasi tentang preeklampsia pada ibu hamil dengan judul “Pengembangan Media Edukasi Video Preeklampsia Pada Ibu Hamil”.
Memupuk pengalamannya di keperawatan, ia menyebut sempat magang di PSC 119 YES (Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services) selama tiga bulan. Zufa mengaku bersyukur pengalamannya ini membuka jejaring informasi tentang dunia kesehatan, klinis, serta kedaruratan. “Jadi aku benar-benar terjun ke lapangan di prehospital. Banyak banget pelajaran yang dapat diambil di situ tentang kedaruratan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Zufa menceritakan bahwa kesibukan di akademik sedikit banyak membuatnya lelah. Namun, ia menekankan dukungan dari keluarga dan teman-teman selalu berhasil menguatkannya. Ia berterus terang menceritakan kebiasaan sederhananya bercakap dengan sang ibu di tiap malam via telepon sebagai kegiatan rutin.
Usai menelpon Ibu, Zufa mengaku selalu mendapat motivasi dan petuah sehingga ia selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas kuliah di esok paginya. “Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya, ” kenangnya.
Menyoal tentang strategi belajarnya, ia menyatakan tidak memasang target nilai sempurna, tetapi menganalisis pola akademik seiring berjalannya semester. Dari sana ia belajar menyesuaikan ekspektasi dan arah perjuangan. “Awalnya tidak ada target tertentu, tapi ketika sudah di pertengahan, kelihatan polanya. Yang penting nilainya tidak turun dan bisa tetap stabil,” tuturnya.
Menurutnya, ilmu kesehatan akan terus berkembang dan perlu dipelajari. Seiring dengan hal ini, ia sedang melanjutkan belajarnya di program profesi ners selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Serta tugas akhir yang dikembangkan adalah penyusunan video edukasi tentang preeklampsia pada ibu hamil dengan judul “Pengembangan Media Edukasi Video Preeklampsia Pada Ibu Hamil”.
Memupuk pengalamannya di keperawatan, ia menyebut sempat magang di PSC 119 YES (Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services) selama tiga bulan. Zufa mengaku bersyukur pengalamannya ini membuka jejaring informasi tentang dunia kesehatan, klinis, serta kedaruratan. “Jadi aku benar-benar terjun ke lapangan di prehospital. Banyak banget pelajaran yang dapat diambil di situ tentang kedaruratan,” imbuhnya.
Rutin Telpon Ibu Tiap Malam
Lebih lanjut, Zufa menceritakan bahwa kesibukan di akademik sedikit banyak membuatnya lelah. Namun, ia menekankan dukungan dari keluarga dan teman-teman selalu berhasil menguatkannya. Ia berterus terang menceritakan kebiasaan sederhananya bercakap dengan sang ibu di tiap malam via telepon sebagai kegiatan rutin.
Usai menelpon Ibu, Zufa mengaku selalu mendapat motivasi dan petuah sehingga ia selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas kuliah di esok paginya. “Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya, ” kenangnya.
Strategi Belajar Zufa
Menyoal tentang strategi belajarnya, ia menyatakan tidak memasang target nilai sempurna, tetapi menganalisis pola akademik seiring berjalannya semester. Dari sana ia belajar menyesuaikan ekspektasi dan arah perjuangan. “Awalnya tidak ada target tertentu, tapi ketika sudah di pertengahan, kelihatan polanya. Yang penting nilainya tidak turun dan bisa tetap stabil,” tuturnya.
Lihat Juga :