Akademisi Nilai Keberhasilan Program MBG Bergantung pada Rantai Pasok Aman
Rabu, 04 Maret 2026 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Erni, pengelolaan bahan baku menjadi titik kritis yang menentukan keamanan pangan. Bahan pangan, terutama yang mudah rusak seperti ayam, daging, dan ikan, memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain yang memadai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
“Bahan baku harus melalui proses sortir sesuai standar kualitas, serta ditangani dengan sistem penyimpanan dingin yang tepat. Jika tidak langsung diolah, bahan harus disimpan dengan benar untuk menjaga keamanan dan kualitasnya,” jelasnya.
Selain itu, kesiapan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi faktor penting. Ia menekankan perlunya sistem pemantauan digital atau traceability untuk melacak pergerakan bahan baku dan memastikan transparansi dalam proses pengolahan.
“Implementasi sistem pelacakan digital dan standardisasi rantai dingin menjadi instrumen vital untuk memantau keamanan pangan dan mencegah insiden yang berulang,” kata Erni.
Aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengolahan makanan. Petugas SPPG harus memiliki kompetensi dalam praktik sanitasi, higiene, penyimpanan, dan pengolahan pangan, serta berada di bawah pengawasan dan audit yang ketat.
Tak hanya itu, distribusi makanan dari dapur ke sekolah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Bahan baku harus melalui proses sortir sesuai standar kualitas, serta ditangani dengan sistem penyimpanan dingin yang tepat. Jika tidak langsung diolah, bahan harus disimpan dengan benar untuk menjaga keamanan dan kualitasnya,” jelasnya.
Selain itu, kesiapan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi faktor penting. Ia menekankan perlunya sistem pemantauan digital atau traceability untuk melacak pergerakan bahan baku dan memastikan transparansi dalam proses pengolahan.
“Implementasi sistem pelacakan digital dan standardisasi rantai dingin menjadi instrumen vital untuk memantau keamanan pangan dan mencegah insiden yang berulang,” kata Erni.
Aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengolahan makanan. Petugas SPPG harus memiliki kompetensi dalam praktik sanitasi, higiene, penyimpanan, dan pengolahan pangan, serta berada di bawah pengawasan dan audit yang ketat.
Tak hanya itu, distribusi makanan dari dapur ke sekolah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Lihat Juga :