Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
Jum'at, 06 Maret 2026 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Dalam program ini, peserta juga diperkenalkan pada praktik mindfulness sebagai fondasi untuk membangun kepemimpinan yang tangguh, berkesadaran, dan berorientasi pada dampak. Bootcamp turut menghadirkan para pemimpin bisnis dan profesional dari berbagai sektor yang berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para fellows.
Sebagai penutup, peserta akan ditantang untuk merancang prototipe solusi atas permasalahan sosial yang mereka temui. Melalui proses pembelajaran langsung di komunitas, para fellows diajak memahami tantangan nyata di lapangan dan menerjemahkannya menjadi inisiatif sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prototipe yang dikembangkan secara berkelompok ini akan mendapatkan pendanaan awal dari Amartha untuk mendukung implementasi tahap awal.
Zian Nora Berliana, penerima beasiswa Amartha STEAM Fellowship Batch 3, mengungkapkan pengalaman mengikuti bootcamp ini membantunya memahami keterampilan interpersonal sebagai cara untuk menciptakan solusi.
“Bootcamp ini seru sekaligus membuka cara pandang saya tentang kepemimpinan. Yang paling berkesan bagi saya adalah sesi tentang cara berbicara dan mendengarkan secara mendalam. Di sini saya belajar bahwa sebagai pemimpin adalah orang yang mampu mendengarkan dan memahami secara utuh agar solusi yang diberikan terasa lebih relevan dan manusiawi,” ungkapnya.
Selain dana pendidikan dan Amartha Fellowship Bootcamp, Beasiswa Amartha Cendekia memberikan dukungan seperti program pengembangan diri, mentoring bersama kakak asuh dari kalangan profesional, dan pendanaan untuk proyek sosial mahasiswa. Hingga tahun 2025, program Beasiswa Amartha telah menyalurkan dana pendidikan mencapai Rp10 miliar kepada lebih dari 800 pelajar di Indonesia melalui tiga skema beasiswa, yaitu Beasiswa Amartha Cendekia, Amartha STEAM Fellowship dan Amartha Frontier Fellowship.
Sebagai penutup, peserta akan ditantang untuk merancang prototipe solusi atas permasalahan sosial yang mereka temui. Melalui proses pembelajaran langsung di komunitas, para fellows diajak memahami tantangan nyata di lapangan dan menerjemahkannya menjadi inisiatif sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prototipe yang dikembangkan secara berkelompok ini akan mendapatkan pendanaan awal dari Amartha untuk mendukung implementasi tahap awal.
Zian Nora Berliana, penerima beasiswa Amartha STEAM Fellowship Batch 3, mengungkapkan pengalaman mengikuti bootcamp ini membantunya memahami keterampilan interpersonal sebagai cara untuk menciptakan solusi.
“Bootcamp ini seru sekaligus membuka cara pandang saya tentang kepemimpinan. Yang paling berkesan bagi saya adalah sesi tentang cara berbicara dan mendengarkan secara mendalam. Di sini saya belajar bahwa sebagai pemimpin adalah orang yang mampu mendengarkan dan memahami secara utuh agar solusi yang diberikan terasa lebih relevan dan manusiawi,” ungkapnya.
Selain dana pendidikan dan Amartha Fellowship Bootcamp, Beasiswa Amartha Cendekia memberikan dukungan seperti program pengembangan diri, mentoring bersama kakak asuh dari kalangan profesional, dan pendanaan untuk proyek sosial mahasiswa. Hingga tahun 2025, program Beasiswa Amartha telah menyalurkan dana pendidikan mencapai Rp10 miliar kepada lebih dari 800 pelajar di Indonesia melalui tiga skema beasiswa, yaitu Beasiswa Amartha Cendekia, Amartha STEAM Fellowship dan Amartha Frontier Fellowship.
(unt)
Lihat Juga :