Kisah Alfath Qornain, dari Kuli Bangunan Kini Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Jum'at, 10 April 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” kenangnya.
Seiring waktu, keyakinan Alfath akhirnya mampu meluluhkan hati orang tuanya.
Memasuki dunia perkuliahan di UGM membawa perubahan besar dalam diri Alfath. Jika sebelumnya ia cenderung introvert, kini ia aktif dalam organisasi dan berbagai kompetisi.
Ia bahkan dipercaya memimpin Badan Semi Otonom (BSO) di Sekolah Vokasi dan mulai aktif mengikuti lomba sejak semester tiga.
Hasilnya, Alfath berhasil meraih sekitar 15 penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Ia juga pernah menjadi finalis dalam kompetisi di Nanyang Technological University, Singapura.
Prestasinya tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Insan Berprestasi UGM 2025.
“Orang tua saya senang banget. Mereka nggak menyangka anaknya bisa sampai dapat penghargaan dari UGM,” ujarnya.
Kisah Alfath menjadi inspirasi bahwa latar belakang bukanlah batas untuk meraih kesuksesan. Dari seorang siswa SMK yang sempat diragukan, kini ia menjelma menjadi mahasiswa berprestasi yang membuka jalan bagi keluarganya.
Ia pun menutup kisahnya dengan pesan sederhana namun penuh makna, “Tugas kita bukan menerka masa depan, tapi memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan sekarang, supaya nanti kita tidak menyesal.”
Seiring waktu, keyakinan Alfath akhirnya mampu meluluhkan hati orang tuanya.
Aktif Berorganisasi dan Raih Puluhan Prestasi
Memasuki dunia perkuliahan di UGM membawa perubahan besar dalam diri Alfath. Jika sebelumnya ia cenderung introvert, kini ia aktif dalam organisasi dan berbagai kompetisi.
Ia bahkan dipercaya memimpin Badan Semi Otonom (BSO) di Sekolah Vokasi dan mulai aktif mengikuti lomba sejak semester tiga.
Hasilnya, Alfath berhasil meraih sekitar 15 penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Ia juga pernah menjadi finalis dalam kompetisi di Nanyang Technological University, Singapura.
Prestasinya tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Insan Berprestasi UGM 2025.
“Orang tua saya senang banget. Mereka nggak menyangka anaknya bisa sampai dapat penghargaan dari UGM,” ujarnya.
Bukti Latar Belakang Bukan Batas
Kisah Alfath menjadi inspirasi bahwa latar belakang bukanlah batas untuk meraih kesuksesan. Dari seorang siswa SMK yang sempat diragukan, kini ia menjelma menjadi mahasiswa berprestasi yang membuka jalan bagi keluarganya.
Ia pun menutup kisahnya dengan pesan sederhana namun penuh makna, “Tugas kita bukan menerka masa depan, tapi memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan sekarang, supaya nanti kita tidak menyesal.”
(nnz)
Lihat Juga :