Kisah Alfath Qornain, dari Kuli Bangunan Kini Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Jum'at, 10 April 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah kesibukan bekerja dari pagi hingga sore, Alfath tetap disiplin belajar di malam hari. Ia bahkan membagi waktunya secara ketat menjelang ujian, dengan empat hari bekerja dan tiga hari fokus belajar.
Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Perjuangannya sempat diuji ketika mengalami kecelakaan kerja dan jatuh dari lantai dua proyek. Namun, peristiwa tersebut tidak membuatnya menyerah.
“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,” katanya.
Hari pengumuman UTBK menjadi titik balik dalam hidupnya. Alfath membuka hasil seleksi seorang diri di kamar. Saat dinyatakan lolos ke UGM, ia tak mampu menahan haru.
Ia langsung memeluk ibunya, lalu berlari menemui sang kakek. “Saya ingat banget, saya lari nyamperin kakek saya, langsung saya peluk dan bilang, ‘Saya jadi kuliah.’”
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi keluarganya. Alfath merupakan anggota keluarga pertama yang berhasil mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sang kakek pun merasa bangga dan berharap Alfath dapat menjadi jalan bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Keputusan Alfath untuk melanjutkan kuliah tidak sepenuhnya mendapat dukungan sejak awal. Ia sempat menghadapi keraguan dari orang tuanya yang berharap dirinya langsung bekerja setelah lulus SMK.
Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, ia memahami kondisi ekonomi keluarga yang tidak mudah. Namun, keinginannya untuk berkembang membuatnya tetap teguh pada pilihan.
Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Perjuangannya sempat diuji ketika mengalami kecelakaan kerja dan jatuh dari lantai dua proyek. Namun, peristiwa tersebut tidak membuatnya menyerah.
“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,” katanya.
Momen Haru Lolos UGM, Jadi Kebanggaan Keluarga
Hari pengumuman UTBK menjadi titik balik dalam hidupnya. Alfath membuka hasil seleksi seorang diri di kamar. Saat dinyatakan lolos ke UGM, ia tak mampu menahan haru.
Ia langsung memeluk ibunya, lalu berlari menemui sang kakek. “Saya ingat banget, saya lari nyamperin kakek saya, langsung saya peluk dan bilang, ‘Saya jadi kuliah.’”
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi keluarganya. Alfath merupakan anggota keluarga pertama yang berhasil mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sang kakek pun merasa bangga dan berharap Alfath dapat menjadi jalan bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sempat Diragukan, Tekad Kuat Meluluhkan Orang Tua
Keputusan Alfath untuk melanjutkan kuliah tidak sepenuhnya mendapat dukungan sejak awal. Ia sempat menghadapi keraguan dari orang tuanya yang berharap dirinya langsung bekerja setelah lulus SMK.
Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, ia memahami kondisi ekonomi keluarga yang tidak mudah. Namun, keinginannya untuk berkembang membuatnya tetap teguh pada pilihan.
Lihat Juga :