Tabrakan Kereta Bekasi, Pakar ITS Tekankan Pentingnya Perlintasan Tak Sebidang

Rabu, 29 April 2026 - 17:58 WIB
loading...
Tabrakan Kereta Bekasi,...
Perlintasan kereta api (KA) sebidang di Indonesia dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan. Foto/Aldhi Chandra S.
A A A
JAKARTA - Perlintasan kereta api (KA) sebidang di Indonesia dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan. Hal tersebut kembali menjadi perhatian setelah insiden tragis di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) yang menyebabkan sejumlah korban jiwa.

Menanggapi kejadian tersebut, pakar transportasi darat dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prof Ir Hera Widyastuti menegaskan bahwa pembangunan perlintasan tidak sebidang merupakan solusi teknis paling efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur kereta api.

Baca juga: Rentetan Tabrakan Kereta Mematikan di Indonesia: Jejak Tragedi dari Bintaro hingga Bekasi Timur

Guru besar Departemen Teknik Sipil ITS itu menjelaskan, perlintasan sebidang memiliki kelemahan dari sisi geometrik. Pada umumnya, posisi rel kereta dibangun lebih tinggi dibanding permukaan jalan raya sehingga kendaraan harus melintas dalam kondisi menanjak. Situasi tersebut kerap memicu kesalahan teknis saat berkendara.

"“Kepanikan saat menanjak membuat pengendara kadang salah pindah gigi, sehingga berisiko mesin mobil mati tepat di atas rel,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (29/4/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lowongan Penjaga Perlintasan...
Lowongan Penjaga Perlintasan KAI 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA-Usia 45 Tahun Bisa Daftar
BKN Berikan Pangkat...
BKN Berikan Pangkat Anumerta untuk Guru Nurlaela Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Tabrakan Kereta Bekasi...
Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Ingin Kerja di KAI atau...
Ingin Kerja di KAI atau Jadi CPNS? Ini 5 Kampus dengan Jurusan Perkeretaapian
Resmi Dibuka, Ini 5...
Resmi Dibuka, Ini 5 Formasi Jabatan yang Dibutuhkan di Lowongan KAI 2025
Profil Pendidikan Nasim...
Profil Pendidikan Nasim Khan, Anggota DPR yang Minta Gerbong Khusus Merokok di Kereta
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Rekomendasi
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Messi Puji Penampilan...
Messi Puji Penampilan Kiper Fenomenal Cape Verde di Piala Dunia 2026, Vozinha: Kata-katanya Sangat Berarti
Berita Terkini
Ini Rangkaian Kegiatan...
Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 Selama 5 Hari di SMA dan SMK
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved