Tabrakan Kereta Bekasi, Pakar ITS Tekankan Pentingnya Perlintasan Tak Sebidang
Rabu, 29 April 2026 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Hera, kepanikan pengendara ketika melintasi tanjakan dapat menyebabkan kesalahan perpindahan gigi kendaraan hingga mesin mati tepat di atas rel kereta api. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, terutama ketika kereta melintas dalam kecepatan tinggi.
Baca juga: 10 Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Alami Multiple Trauma
Selain faktor geometrik, Hera juga menyoroti bahwa sistem perlintasan sebidang masih sangat bergantung pada disiplin pengguna jalan dan fungsi palang pintu. Padahal, kereta api jenis heavy train mampu melaju hingga 110 kilometer per jam dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak bisa berhenti mendadak.
“Perlintasan sebidang akan selalu menjadi titik rawan selama masih ada pertemuan langsung antara kendaraan dan kereta api,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Hera mendorong pemerintah mempercepat pembangunan perlintasan tidak sebidang, baik dalam bentuk jalan layang maupun underpass. Infrastruktur tersebut dinilai mampu menghilangkan titik pertemuan langsung antara kendaraan bermotor dan kereta api sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Baca juga: 10 Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Alami Multiple Trauma
Selain faktor geometrik, Hera juga menyoroti bahwa sistem perlintasan sebidang masih sangat bergantung pada disiplin pengguna jalan dan fungsi palang pintu. Padahal, kereta api jenis heavy train mampu melaju hingga 110 kilometer per jam dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak bisa berhenti mendadak.
“Perlintasan sebidang akan selalu menjadi titik rawan selama masih ada pertemuan langsung antara kendaraan dan kereta api,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Hera mendorong pemerintah mempercepat pembangunan perlintasan tidak sebidang, baik dalam bentuk jalan layang maupun underpass. Infrastruktur tersebut dinilai mampu menghilangkan titik pertemuan langsung antara kendaraan bermotor dan kereta api sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Lihat Juga :