Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Kamis, 07 Mei 2026 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Sejak saat itu, mimpi bagi Deni bukan lagi sekadar keinginan pribadi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk mengubah kehidupan keluarga. Perjalanannya menuju UGM dimulai dari ketekunannya di dunia sastra sejak duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti berbagai lomba bahasa dan sastra hingga berhasil mengoleksi lebih dari 200 penghargaan.
Salah satu pencapaian terbesar Deni adalah meraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang baca puisi tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi modal penting yang membawanya lolos ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kini, Deni tercatat sebagai mahasiswa semester enam Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2023. Ia juga menerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang membiayai pendidikannya hingga lulus.
Keberhasilan yang diraih Deni tidak lepas dari doa dan dukungan sang ibu. Sejak semester pertama kuliah, ia memilih mengajak ibunya tinggal bersama di Yogyakarta dengan menyewa kontrakan sederhana dari dana beasiswa yang diterimanya.
Keputusan tersebut lahir dari pengalaman masa kecilnya yang harus terpisah dari sang ibu karena bekerja di luar negeri, ditambah kepergian ayahnya pada 2021. Bagi Deni, kebersamaan sederhana bersama ibunya menjadi kebahagiaan yang sangat berarti.
“Bagi saya, ibu adalah segalanya, prioritas utama dalam hidup saya. Jika ada yang bertanya apa kunci saya bisa sampai di titik ini, bahkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama UGM, maka jawaban saya sederhana, doa ibu,” katanya.
Deni mengungkapkan bahwa target menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2026 sudah ia siapkan sejak semester pertama. Latar belakang keluarga buruh tani dan orang tua lulusan SD menjadi alasan utama dirinya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Selama lima semester, ia aktif membangun portofolio akademik maupun non-akademik. Deni mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional, aktif berorganisasi, melakukan pengabdian masyarakat, menjadi mentor beasiswa, hingga mendirikan kelas bimbingan puisi bernama Puisi Akademia.
Medali Emas FLS2N Antar Deni Lolos SNBP UGM
Salah satu pencapaian terbesar Deni adalah meraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang baca puisi tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi modal penting yang membawanya lolos ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kini, Deni tercatat sebagai mahasiswa semester enam Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2023. Ia juga menerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang membiayai pendidikannya hingga lulus.
Ajak Sang Ibu Tinggal Bersama di Yogyakarta
Keberhasilan yang diraih Deni tidak lepas dari doa dan dukungan sang ibu. Sejak semester pertama kuliah, ia memilih mengajak ibunya tinggal bersama di Yogyakarta dengan menyewa kontrakan sederhana dari dana beasiswa yang diterimanya.
Keputusan tersebut lahir dari pengalaman masa kecilnya yang harus terpisah dari sang ibu karena bekerja di luar negeri, ditambah kepergian ayahnya pada 2021. Bagi Deni, kebersamaan sederhana bersama ibunya menjadi kebahagiaan yang sangat berarti.
“Bagi saya, ibu adalah segalanya, prioritas utama dalam hidup saya. Jika ada yang bertanya apa kunci saya bisa sampai di titik ini, bahkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama UGM, maka jawaban saya sederhana, doa ibu,” katanya.
Konsisten Berprestasi hingga Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM 2026
Deni mengungkapkan bahwa target menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2026 sudah ia siapkan sejak semester pertama. Latar belakang keluarga buruh tani dan orang tua lulusan SD menjadi alasan utama dirinya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Selama lima semester, ia aktif membangun portofolio akademik maupun non-akademik. Deni mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional, aktif berorganisasi, melakukan pengabdian masyarakat, menjadi mentor beasiswa, hingga mendirikan kelas bimbingan puisi bernama Puisi Akademia.
Lihat Juga :