UNRI Latih Guru SD Pekanbaru Terapkan Koding dan AI dalam Pembelajaran Deep Learning
Senin, 11 Mei 2026 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Neni Hermita bersama tim pengabdian yang terdiri dari Rahmat Hidayat, Rifqa Gusmida Syahrun Barokah, serta Koordinator Program Studi PGSD FKIP UNRI, Muhammad Fendrik dengan dukungan mahasiswa Universitas Riau.
Menurut Prof. Neni, pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman guru terhadap kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dengan praktik pembelajaran di kelas.
“Selama ini banyak guru sudah mengenal KKA, tetapi belum sampai pada tahap implementasi. Kami ingin mendorong perubahan nyata, dari memahami menjadi mampu menerapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini menekankan pada koding unplugged, yakni pembelajaran koding tanpa komputer melalui lembar kerja (LKPD), kartu algoritma, dan aktivitas berbasis masalah yang kontekstual. Melalui pendekatan ini, koding tidak lagi dipahami sebagai aktivitas teknis, tetapi sebagai kerangka berpikir yang dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran.
Selain itu, guru juga dikenalkan pada penerapan kecerdasan artifisial secara sederhana melalui platform Teachable Machine yang memungkinkan pembuatan model berbasis pengenalan gambar atau suara tanpa memerlukan kemampuan pemrograman yang kompleks. Dalam sesi praktik, peserta mencoba langsung merancang aktivitas pembelajaran, seperti mengklasifikasikan objek atau mengenali pola sederhana berbasis data.
Melalui pengalaman tersebut, guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai memahami cara kerja AI secara sederhana dan bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas belajar yang bermakna bagi siswa.
Menurut Prof. Neni, pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman guru terhadap kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dengan praktik pembelajaran di kelas.
“Selama ini banyak guru sudah mengenal KKA, tetapi belum sampai pada tahap implementasi. Kami ingin mendorong perubahan nyata, dari memahami menjadi mampu menerapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini menekankan pada koding unplugged, yakni pembelajaran koding tanpa komputer melalui lembar kerja (LKPD), kartu algoritma, dan aktivitas berbasis masalah yang kontekstual. Melalui pendekatan ini, koding tidak lagi dipahami sebagai aktivitas teknis, tetapi sebagai kerangka berpikir yang dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran.
Selain itu, guru juga dikenalkan pada penerapan kecerdasan artifisial secara sederhana melalui platform Teachable Machine yang memungkinkan pembuatan model berbasis pengenalan gambar atau suara tanpa memerlukan kemampuan pemrograman yang kompleks. Dalam sesi praktik, peserta mencoba langsung merancang aktivitas pembelajaran, seperti mengklasifikasikan objek atau mengenali pola sederhana berbasis data.
Melalui pengalaman tersebut, guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai memahami cara kerja AI secara sederhana dan bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas belajar yang bermakna bagi siswa.
Lihat Juga :