UNRI Latih Guru SD Pekanbaru Terapkan Koding dan AI dalam Pembelajaran Deep Learning
Senin, 11 Mei 2026 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis koding dan AI. Sebelum pelatihan, hanya 25 persen guru yang memahami koding sebagai pendekatan berpikir. Setelah pelatihan, sebanyak 70 persen guru mampu merancang pembelajaran berbasis koding, sementara 90 persen peserta berhasil menyusun LKPD koding sederhana yang siap digunakan di kelas.
Salah satu peserta, Rista, guru dari SD Kartika 1-9 Sail Pekanbaru, mengaku mengalami perubahan cara pandang terhadap pembelajaran.
“Selama ini kami menganggap koding dan AI itu sulit. Tapi setelah praktik, ternyata bisa diterapkan dengan cara sederhana. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba di kelas,” katanya.
Lebih jauh, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga membuka peluang pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Melalui aktivitas koding dan AI sederhana, siswa dapat dilatih untuk berpikir logis, mengenali pola, serta memahami hubungan sebab-akibat, bukan sekadar menghafal materi.
Ketua tim pengabdian menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan melalui forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Dengan demikian, praktik baik yang dihasilkan dapat terus berkembang dan direplikasi di sekolah lain.
Salah satu peserta, Rista, guru dari SD Kartika 1-9 Sail Pekanbaru, mengaku mengalami perubahan cara pandang terhadap pembelajaran.
“Selama ini kami menganggap koding dan AI itu sulit. Tapi setelah praktik, ternyata bisa diterapkan dengan cara sederhana. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba di kelas,” katanya.
Lebih jauh, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga membuka peluang pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Melalui aktivitas koding dan AI sederhana, siswa dapat dilatih untuk berpikir logis, mengenali pola, serta memahami hubungan sebab-akibat, bukan sekadar menghafal materi.
Ketua tim pengabdian menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan melalui forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Dengan demikian, praktik baik yang dihasilkan dapat terus berkembang dan direplikasi di sekolah lain.
(nnz)
Lihat Juga :