STF Driyarkara Rayakan Dies Natalis ke-57, Angkat Kontribusi Romo Magnis bagi Indonesia
Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Graha Pemuda di kompleks Katedral menjadi simbol dari pemikiran Rm. Magnis di bidang etika dan filsafat politik serta simbol dari keterlibatan beliau di dinamika sosial-politik di Indonesia. Grha Pemuda semula bernama Gedung Katholieke Jongelingenbond (Gedung Pemuda Katolik). Gedung tersebut turut berperan di dalam proses Sumpah Pemuda karena menjadi tempat sidang pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Grha Pemuda juga menjadi simbol keterlibatan Magnis bagi formasi intelektual filsafat di STFD bagi para pemuda/i yang menjadi mahasiswa di sekolah tersebut. Magnis juga turut berperan pada pendirian STFD. Sampai hari ini, dia masih terlibat aktif di dalam dinamika kampus.
Kedua, kontribusi Magnis di bidang teologi. Sebagai rohaniwan jesuit, Magnis juga aktif menuliskan refleksi di bidang teologi dan kehidupan menggereja. Selain itu, selama bertahun-tahun ia menjadi pengampu mata kuliah Filsafat Ketuhanan di STFD. Karena itu, Dies Natalis ini menggali kontribusi khas Magnis di bidang teologi dan eklesiologi Gereja Indonesia pasca Vatican II.
Gereja Katedral menjadi simbol yang tepat bagi kontribusi Magnis di bidang teologi dan eklesiologi. Misa syukur Dies Natalis akan dirayakan di Gereja Katedral Jakarta yang telah berusia 125 tahun, dihitung dari pemberkatannya pada 21 April 1901. Gereja Katedral menjadi saksi panjangnya kehadiran kekatolikan di Indonesia.
Misa syukur akan dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo yang sekaligus adalah Ketua Pembina Yayasan STF Driyarkara didampingi oleh pimpinan ordo OFM, Pastor Agustinus Laurentius Nggame, OFM dan pimpinan ordo Serikat Jesus, Pastor Benedictus Hari Juliawan, SJ.
Ketiga lembaga keagamaan Katolik ini, yakni Ordo Serikat Jesus (Jesuit), Ordo OFM (Fransiskan) dan Keuskupan Agung Jakarta lah yang mendirikan STFD 57 tahun yang lalu.
Ketiga, kontribusi Magnis di bidang dialog antarumat beragama. Masyarakat Indonesia ditandai oleh berbagai keragaman, termasuk salah satunya keragaman agama dan kepercayaan. Karena itu, Dies Natalis merefleksikan nilai penting dan tantangan dialog antarumat beragama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Grha Pemuda juga menjadi simbol keterlibatan Magnis bagi formasi intelektual filsafat di STFD bagi para pemuda/i yang menjadi mahasiswa di sekolah tersebut. Magnis juga turut berperan pada pendirian STFD. Sampai hari ini, dia masih terlibat aktif di dalam dinamika kampus.
Kedua, kontribusi Magnis di bidang teologi. Sebagai rohaniwan jesuit, Magnis juga aktif menuliskan refleksi di bidang teologi dan kehidupan menggereja. Selain itu, selama bertahun-tahun ia menjadi pengampu mata kuliah Filsafat Ketuhanan di STFD. Karena itu, Dies Natalis ini menggali kontribusi khas Magnis di bidang teologi dan eklesiologi Gereja Indonesia pasca Vatican II.
Gereja Katedral menjadi simbol yang tepat bagi kontribusi Magnis di bidang teologi dan eklesiologi. Misa syukur Dies Natalis akan dirayakan di Gereja Katedral Jakarta yang telah berusia 125 tahun, dihitung dari pemberkatannya pada 21 April 1901. Gereja Katedral menjadi saksi panjangnya kehadiran kekatolikan di Indonesia.
Misa syukur akan dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo yang sekaligus adalah Ketua Pembina Yayasan STF Driyarkara didampingi oleh pimpinan ordo OFM, Pastor Agustinus Laurentius Nggame, OFM dan pimpinan ordo Serikat Jesus, Pastor Benedictus Hari Juliawan, SJ.
Ketiga lembaga keagamaan Katolik ini, yakni Ordo Serikat Jesus (Jesuit), Ordo OFM (Fransiskan) dan Keuskupan Agung Jakarta lah yang mendirikan STFD 57 tahun yang lalu.
Ketiga, kontribusi Magnis di bidang dialog antarumat beragama. Masyarakat Indonesia ditandai oleh berbagai keragaman, termasuk salah satunya keragaman agama dan kepercayaan. Karena itu, Dies Natalis merefleksikan nilai penting dan tantangan dialog antarumat beragama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Lihat Juga :