STF Driyarkara Rayakan Dies Natalis ke-57, Angkat Kontribusi Romo Magnis bagi Indonesia
Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Dies Natalis menggali pemikiran-pemikiran filosofis Magnis dan keterlibatan aktif dia dalam berbagai forum lintas-agama sebagai sumbangan berarti bagi kemajuan dialog antarumat beragama.
Terowongan silaturahmi di kompleks Katedral menjadi simbol penting yang menandai dialog antar umat beragama. Terowongan bawah tanah tersebut menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.
Pada kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada 2025, Paus Fransiskus telah mengunjungi terowongan ini dan menandatangani plakat pesan Terowongan Silaturahmi. Paus Fransiskus juga bertemu dan berdialog dengan Imam Besar Masjid Istiqlal. Momen historis tersebut semakin memperkuat makna simbolis Terowongan Silaturahmi bagi perayaan Dies Natalis STFD.
Perayaan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali kontribusi Magnis bagi Indonesia, terutama dalam bidang filsafat, etika politik, demokrasi, hubungan antaragama, pendidikan, dan kemanusiaan.
Selama lebih dari setengah abad, Magnis dikenal sebagai salah satu intelektual publik yang konsisten menyuarakan nilai-nilai etis, dialog, dan keberpihakan pada martabat manusia sekaligus ikut mendirikan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini.
Terowongan silaturahmi di kompleks Katedral menjadi simbol penting yang menandai dialog antar umat beragama. Terowongan bawah tanah tersebut menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.
Pada kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada 2025, Paus Fransiskus telah mengunjungi terowongan ini dan menandatangani plakat pesan Terowongan Silaturahmi. Paus Fransiskus juga bertemu dan berdialog dengan Imam Besar Masjid Istiqlal. Momen historis tersebut semakin memperkuat makna simbolis Terowongan Silaturahmi bagi perayaan Dies Natalis STFD.
Perayaan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali kontribusi Magnis bagi Indonesia, terutama dalam bidang filsafat, etika politik, demokrasi, hubungan antaragama, pendidikan, dan kemanusiaan.
Selama lebih dari setengah abad, Magnis dikenal sebagai salah satu intelektual publik yang konsisten menyuarakan nilai-nilai etis, dialog, dan keberpihakan pada martabat manusia sekaligus ikut mendirikan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini.
(nnz)
Lihat Juga :