Ashanty Lulus S3 di Unair, Bahas Strategi Musisi Senior Bertahan di Era Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:30 WIB
loading...
Ashanty Lulus S3 di...
Penyanyi sekaligus praktisi industri musik, Ashanti resmi menyandang gelar doktor di Unair. Foto/Unair.
A A A
JAKARTA - Penyanyi sekaligus praktisi industri musik Tanah Air, Ashanty Hastuti SSos MM resmi menyandang gelar doktor. Gelar ini ia peroleh setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Doktoral pada Rabu di Kampus B Unair (13/5/2026).

Riset doktoral Ashanty ini berangkat dari pengamatan mendalam mengenai disrupsi digital yang mengubah total lanskap ekosistem musik nasional serta dampaknya terhadap keberlangsungan karya para musisi senior.

Baca juga: Ashanty Resmi Raih Gelar Doktor, Judul Disertasi Sempat Ditolak 4 Kali

Tantangan Akademik dan Motivasi Belajar Lintas Usia


Menyelesaikan studi doktoral di tengah kesibukan sebagai praktisi industri musik dan ibu rumah tangga mendatangkan tantangan tersendiri bagi Ashanty.

Ia mengakui bahwa proses penyusunan hingga mempertahankan disertasi ini dipenuhi dengan tekanan mental dan rasa panik yang tinggi sebelum menghadapi setiap tahapan ujian. “Jujur, saya setakut dan sepanik itu. Setiap kali mau ujian, saya sering stres seharian,” ungkap Ashanty, dikutip dari laman Unair, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Mesra Bersama Pasangan, Anang-Ashanty Tantang Warganet Bikin Video Pendek ShortChall

Meski harus menghadapi kendala pikiran akibat beban kerja yang berlapis, Ashanty menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batasan usia. Ia tetap semangat mengejar S3 dengan tidak melupakan mengejar S1 lagi, menunjukkan bahwa ia tidak pernah berhenti untuk belajar.

Strategi Adaptasi Musisi Senior Menghadapi Hegemoni Digital

Inti dari penelitian ini menghasilkan sebuah rumusan komparatif mengenai bagaimana para pelaku industri musik dari generasi terdahulu merespons kemajuan teknologi. Penelitian ini menyoroti bahwa musisi senior yang mampu bertahan di era digital bukanlah mereka yang sepenuhnya tunduk pada sistem komputasi, melainkan mereka yang mampu menegosiasikan logika digital dengan esensi karya seni manusia.

“Adaptasi ini sangat ditentukan oleh kemampuan seorang seniman dalam bernegosiasi antara tuntutan sistem digital saat ini. Jadi bagaimana mereka bisa adaptasi, tapi mereka juga tidak harus benar-benar mengerti teknologi yang ada saat ini,” jelasnya di hadapan para penguji.

Guna memastikan hasil penelitian ini tidak sekadar menjadi dokumen akademis yang tersimpan di perpustakaan, Ashanty telah merancang langkah implementasi nyata sebagai bentuk hilirisasi riset. Ia menegaskan komitmennya sebagai pelaku industri untuk tidak membiarkan hasil kerja kerasnya ini menjadi pasif.

“Saya sudah berdarah-darah dan lelah berjuang sampai di titik ini. Saya tidak mau disertasi ini hanya menumpuk dan berdebu di perpustakaan. Kita harus berguna dengan apa yang sudah kita perjuangkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan rencana aksi nyata yang akan segera ditempuhnya setelah resmi menyandang gelar doktor ini. “Tapi kalau jangka pendek mungkin akan meminta pemerintah untuk hak cipta ya, karena hak cipta ini penting banget. Terutama Baby Boomers dan di atasnya, sampai hari ini memerlukan hak-hak dan transparansi dari lembaga. Bekerja sama dengan pemerintah untuk merealisasikan ini itu penting,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Putuskan Mundur dari S3 Ilmu Komunikasi UI, Berapa Biaya Kuliahnya?
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Ashanty Curhat Soal...
Ashanty Curhat Soal Hijrah, Akui Sempat Tergoda Lepas Hijab
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
Rekomendasi
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Berita Terkini
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Segera Ditutup, Hindari Kesalahan Dokumen yang Bikin Gugur
Rakornas ASPIKOM 2026...
Rakornas ASPIKOM 2026 Perkuat Transformasi Pendidikan Ilmu Komunikasi, MNC University Turut Berkontribusi
Rayakan Usia 75 Tahun,...
Rayakan Usia 75 Tahun, PPPK Petra Bangun Petra Christian School di Surabaya Barat
Hadapi Era AI, Wamen...
Hadapi Era AI, Wamen Stella Soroti Tiga Peran Strategis Perguruan Tinggi
Beasiswa Semen Indonesia...
Beasiswa Semen Indonesia 2026 untuk Kuliah Gratis di UISI Dibuka, Cek Persyaratannya
Mahasiswa Komunikasi...
Mahasiswa Komunikasi MNC University Raih Juara Harapan 2 Peksimida DKI Jakarta 2026
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved