FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Pengembangan tema ini akan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, hingga kebijakan.
Menariknya, inisiatif kolaboratif ini tidak hanya melibatkan jejaring internasional bersama Adelaide University, tetapi juga memperkuat sinergi nasional melalui kemitraan dengan Universitas Sebelas Maret serta jejaring riset di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendekatan multisektor ini diharapkan mampu menghasilkan high-impact research yang relevan secara lokal sekaligus berkontribusi pada agenda kesehatan global.
Langkah ini semakin mempertegas peran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pioneer institution yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik internal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kolaborasi riset transdisipliner dan berdampak tinggi demi kemajuan kesehatan ibu, bayi, dan masyarakat secara luas.
Dalam paparannya di hadapan civitas akademika FK Unair, Prof. Mohammad Afzal Mahmood mengupas tuntas potret tata kelola dan tantangan sistem pelayanan kesehatan kebidanan di Indonesia.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat bergantung pada efektivitas peran tenaga kesehatan di setiap tingkatan, mulai dari tingkat primer (Puskesmas dan Posyandu), sekunder (Rumah Sakit tipe C dan B), hingga tersier (Rumah Sakit rujukan utama).
"Keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak," ujar Prof. Afzal.
Menariknya, inisiatif kolaboratif ini tidak hanya melibatkan jejaring internasional bersama Adelaide University, tetapi juga memperkuat sinergi nasional melalui kemitraan dengan Universitas Sebelas Maret serta jejaring riset di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendekatan multisektor ini diharapkan mampu menghasilkan high-impact research yang relevan secara lokal sekaligus berkontribusi pada agenda kesehatan global.
Langkah ini semakin mempertegas peran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pioneer institution yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik internal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kolaborasi riset transdisipliner dan berdampak tinggi demi kemajuan kesehatan ibu, bayi, dan masyarakat secara luas.
Soroti Peran Strategis Tenaga Kesehatan di Berbagai Level Layanan
Dalam paparannya di hadapan civitas akademika FK Unair, Prof. Mohammad Afzal Mahmood mengupas tuntas potret tata kelola dan tantangan sistem pelayanan kesehatan kebidanan di Indonesia.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat bergantung pada efektivitas peran tenaga kesehatan di setiap tingkatan, mulai dari tingkat primer (Puskesmas dan Posyandu), sekunder (Rumah Sakit tipe C dan B), hingga tersier (Rumah Sakit rujukan utama).
"Keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak," ujar Prof. Afzal.
(nnz)
Lihat Juga :