Revitalisasi Sekolah 2026 Sasar Wilayah 3T, Terdampak Bencana, dan Rusak Berat
Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 sebanyak 16.167 satuan pendidikan tlah direnovasi dan direvitalisasi oleh pemerintah. Program tersebut akan terus berlanjut pada 2026 dengan sasaran yang lebih spesifik.
“Revitalisasi tahun 2025 sudah dilakukan, nanti 2026 akan berlanjut. Dan tentunya difokuskan kepada daerah 3T, daerah yang berdampak bencana dan juga sekolah rusak berat,” kata Yudhistira.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga melakukan digitalisasi pembelajaran melalui distribusi panel interaktif ke sekitar 200 ribu satuan pendidikan.
Menurutnya, ruang kelas kini mengalami perubahan signifikan karena pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada papan tulis, tetapi semakin interaktif dengan dukungan teknologi pendidikan.
“Tapi pembelajaran itu menjadi lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyediakan infrastruktur dasar seperti internet, platform pembelajaran digital, Rumah Pendidikan, hingga berbagai konten interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, pelatihan guru juga terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat berjalan optimal di sekolah.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan pedagogical infrastructure atau infrastruktur pedagogi melalui pembelajaran mendalam atau deep learning.
“Revitalisasi tahun 2025 sudah dilakukan, nanti 2026 akan berlanjut. Dan tentunya difokuskan kepada daerah 3T, daerah yang berdampak bencana dan juga sekolah rusak berat,” kata Yudhistira.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga melakukan digitalisasi pembelajaran melalui distribusi panel interaktif ke sekitar 200 ribu satuan pendidikan.
Menurutnya, ruang kelas kini mengalami perubahan signifikan karena pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada papan tulis, tetapi semakin interaktif dengan dukungan teknologi pendidikan.
“Tapi pembelajaran itu menjadi lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyediakan infrastruktur dasar seperti internet, platform pembelajaran digital, Rumah Pendidikan, hingga berbagai konten interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, pelatihan guru juga terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat berjalan optimal di sekolah.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan pedagogical infrastructure atau infrastruktur pedagogi melalui pembelajaran mendalam atau deep learning.
Lihat Juga :