Sekolah di Sorong Dapat Bantuan Revitalisasi, Perpustakaan hingga Laboratorium Diperbaiki
Rabu, 27 Mei 2026 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Adapun pada tahun 2026, bantuan revitalisasi yang telah ditetapkan untuk Kota Sorong diberikan kepada 5 sekolah dengan total anggaran Rp3,6 miliar. Sedangkan Kabupaten Sorong memperoleh bantuan bagi 34 sekolah dengan anggaran Rp16,5 miliar.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa prioritas revitalisasi tahun 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kerusakan fisik berat. Pemerintah menargetkan revitalisasi dapat menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan pada tahun ini.
Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui skema swakelola yang melibatkan tenaga kerja setempat dan mitra lokal. Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja dan turut menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita,” ucap Mendikdasmen.
Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima bantuan. Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, menjelaskan bahwa sebelum menerima bantuan revitalisasi, sekolah menghadapi keterbatasan fasilitas toilet dan perpustakaan. Dengan jumlah murid sekitar 1.600 orang dan area sekolah yang cukup luas, keterbatasan toilet tentu menjadi hambatan tersendiri. Kini, keberadaan toilet tambahan sangat membantu kenyamanan murid di sekolah.
Selain itu, sekolah juga memperoleh pembangunan perpustakaan baru. Ia menyampaikan bahwa fasilitas tersebut akan terus dimanfaatkan dan dikembangkan. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies. Sebelum menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp1,2 miliar, kondisi ruang administrasi sekolah dinilai sudah tidak layak, dengan atap bocor, lantai rusak, dan fasilitas laboratorium yang memerlukan perbaikan.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa prioritas revitalisasi tahun 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kerusakan fisik berat. Pemerintah menargetkan revitalisasi dapat menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan pada tahun ini.
Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui skema swakelola yang melibatkan tenaga kerja setempat dan mitra lokal. Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja dan turut menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita,” ucap Mendikdasmen.
Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima bantuan. Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, menjelaskan bahwa sebelum menerima bantuan revitalisasi, sekolah menghadapi keterbatasan fasilitas toilet dan perpustakaan. Dengan jumlah murid sekitar 1.600 orang dan area sekolah yang cukup luas, keterbatasan toilet tentu menjadi hambatan tersendiri. Kini, keberadaan toilet tambahan sangat membantu kenyamanan murid di sekolah.
Selain itu, sekolah juga memperoleh pembangunan perpustakaan baru. Ia menyampaikan bahwa fasilitas tersebut akan terus dimanfaatkan dan dikembangkan. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies. Sebelum menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp1,2 miliar, kondisi ruang administrasi sekolah dinilai sudah tidak layak, dengan atap bocor, lantai rusak, dan fasilitas laboratorium yang memerlukan perbaikan.
Lihat Juga :