Sekolah di Sorong Dapat Bantuan Revitalisasi, Perpustakaan hingga Laboratorium Diperbaiki
Rabu, 27 Mei 2026 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
“Guru dan murid sangat berterima kasih, senang sekali karena semuanya kini terlihat bagus. Besar harapan kami dengan adanya bantuan dari Bapak Presiden melalui Kemendikdasmen, pendidikan di Tanah Papua bisa berkembang dan lebih maju,” ungkapnya.
Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru. Tambahan ruang kelas tersebut memungkinkan sekolah menambah satu rombongan belajar (rombel) baru.
“Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” ujar Ficce.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lewerissa, menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi tahun 2026. Sekolahnya akan menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan ruang UKS.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ruang kelas sebelumnya kurang nyaman digunakan untuk pembelajaran karena lantai pecah dan plafon yang rusak. Menurutnya, bantuan revitalisasi akan menjadi motivasi baru bagi guru dan murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini karena sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kiranya ruangan-ruangan yang akan dibangun ini menjadi motivasi bagi murid maupun guru,” tutur Alfina.
Kehadiran ruang kelas baru, laboratorium dan perpustakaan yang lebih memadai, hingga fasilitas sanitasi yang layak menjadi bagian penting untuk memastikan murid dapat belajar dengan lebih fokus dan percaya diri. Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan hingga wilayah timur Indonesia, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dan tidak tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu.
Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru. Tambahan ruang kelas tersebut memungkinkan sekolah menambah satu rombongan belajar (rombel) baru.
“Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” ujar Ficce.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lewerissa, menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi tahun 2026. Sekolahnya akan menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan ruang UKS.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ruang kelas sebelumnya kurang nyaman digunakan untuk pembelajaran karena lantai pecah dan plafon yang rusak. Menurutnya, bantuan revitalisasi akan menjadi motivasi baru bagi guru dan murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini karena sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kiranya ruangan-ruangan yang akan dibangun ini menjadi motivasi bagi murid maupun guru,” tutur Alfina.
Kehadiran ruang kelas baru, laboratorium dan perpustakaan yang lebih memadai, hingga fasilitas sanitasi yang layak menjadi bagian penting untuk memastikan murid dapat belajar dengan lebih fokus dan percaya diri. Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan hingga wilayah timur Indonesia, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dan tidak tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu.
(nnz)
Lihat Juga :