Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya

Jum'at, 05 Juni 2026 - 13:36 WIB
loading...
A A A
“Aku berharap aku bisa menjadi dokter yang memberikan kesan bagi pasien. Aku dicari bukan hanya karena penyakitnya sembuh ketika aku tangani, tapi juga aku dikenal sebagai orang yang sangat berempati kepada mereka,” katanya.

Kharisa Rasikhatul Hikmah, Dokter Pertama di Keluarga


Sementara Kharisa merupakan dokter pertama di keluarganya. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani pendidikan kedokteran tanpa memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia medis sejak awal. Ia mengaku tidak pernah menargetkan IPK sempurna ketika pertama kali masuk kuliah.

Baginya, tujuan utama belajar kedokteran adalah memahami ilmu yang kelak akan digunakan untuk menangani pasien dan menyangkut keselamatan banyak orang. “Yang paling penting adalah di sini aku belajar banyak hal karena nanti akhirnya aku bakal ke profesiku yang menyangkut nyawa hidup orang banyak,” katanya.

Menyadari ia bukan tipe mahasiswa yang mampu menjalankan banyak aktivitas sekaligus, ia memilih fokus pada akademik dan hanya mengikuti kegiatan organisasi sesuai batas kemampuan yang dimiliki. “Aku merasa bahwa aku bukan tipe orang yang bisa multitasking, yang bisa melakukan banyak hal. Jadi memang aku harus tahu batas kemampuanku sampai mana,” ujarnya.

Selama menjalani fase koas, Kharisa juga memperoleh banyak pelajaran dari interaksi langsung dengan pasien. Menurutnya, dunia kesehatan tidak selalu berjalan sesuai teori yang dipelajari di buku. Setiap pasien memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda sehingga dokter dituntut untuk mampu beradaptasi dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Ternyata setiap pasien itu punya karakteristiknya masing-masing. Tidak semuanya itu sesuai sama apa yang ada di textbook. Jadi kita memang harus menyesuaikan dengan kondisi pasien dan kondisi yang ada di lapangan,” terangnya.

Pengalamannya membentuk pandangannya mengenai profesi dokter yang harus mampu memahami kebutuhan pasien secara menyeluruh.

Setelah menyelesaikan koas dan program internship, kedepannya ia berencana bekerja terlebih dahulu sebagai dokter umum sebelum melanjutkan pendidikan spesialis sesuai dengan bidang minatnya. “Mungkin rencana sekitar satu atau dua tahun sebagai dokter umum sebelum aku melanjutkan ke pendidikan spesialis,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Rekomendasi
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved