Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
Minggu, 05 Juli 2026 - 12:08 WIB
loading...
BEMP Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Puncak Kalpasastra 2026. Dalam acara yang digelar di Aula Bung Hatta UNJ tersebut, hadir penulis skenario, produser film, dan sutradara Salman Aristo. Foto/Dok BEMP Sastra Indonesia UNJ
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi (BEMP) Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Puncak Kalpasastra 2026. Dalam acara yang digelar di Lantai 2 Aula Bung Hatta UNJ tersebut, hadir penulis skenario , produser film, dan sutradara Salman Aristo.
Menurut Ketua Pelaksana Puncak Kalpasastra 2026 Naufal Arsya Ananda, kegiatan ini mengambil tema Simfoni Makna: Melintasi Batas Kata, Menuju Puncak Rasa. "Kita melihat sastra hari ini masih banyak berkembang ke luar medium buku. Jadi, kita melihat sastra semakin luas jangkauannya, semakin bangak audiens, kita melihat itu satu hal yang sangat menarik untuk dibahas," ujar Naufal di sela acara yang digelar Sabtu (4/7/2026).
Naufal menambahkan, Kalpasastra 2026 ini terdiri dari dua acara, yakni lomba dan puncak acara. Di Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ menghadirkan penulis skenario, produser, dan sutradara Salman Aristo.
Baca Juga: Okky Madasari Berbagi Kisah Inspiratif di Gelar Wicara Kalpasastra 2025
"Kami melihat Mas Salman Aristo seorang ahli di bidangnya, karena beliau pernah menulis film Bumi Manusia, Laskar Pelangi, yang merupakan adaptasi dari novel. Itu selaras dengan tema yang kita angkat," katanya.
Dalam gelar wicara yang digelar di Puncak Kalpasastra 2026, Salman Aristo antara lain menceritakan perjalanan kariernya sebelum berkecimpung di dunia film. Menurut pria yang akrab disapa Aris ini, dia mencintai film sejak usia 5 tahun.
"S-1 gua jurnalistik, tapi gue mencintai film sejak umur 5 tahun. Film adalah cinta pertama gua, karier pertama gua adalah puisi, karier pertama yang gua kejar adalah jadi pegawai band, anak band," papar Aris.
Menurut Aris, ketika dirinya memutuskan kuliah Jurnalistik di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan kemudian menjadi wartawan, hal itu tak terlepas dari keinginannya untuk bercerita.
"Jurnalistik mengajarkan gua satu hal, bahwa fakta itu nggak berdiri sendiri. Fakta, angka itu ada manusianya, nggak bisa dikecilin tuh yang keracunan MBG cuma sekian persen, itu ada orangnya, ada manusianya," ujarnya.
Pria yang dikenal melalui karya-karya film seperti Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, dan Garuda di Dadaku ini menambahkan, ketika dia masuk ke dunia penulisan skenario, yang berubah adalah alatnya.
"Bedanya adalah wartawan bekerja dengan apa yang sudah terjadi, penulis skenario bekerja dengan apa yang akan terjadi. Wartawan itu melaporkan, kalau penulis skenario itu membangun pengalaman bersama penonton, membangun keterlibatan dengan penonton," jelasnya.
Puncak Kalpasastra 2026 ini juga dimeriahkan beragam penampilan, antara lain solo vokal oleh Sasya Amalia Zahrani, pembacaan puisi oleh Nida Syamila, aksi Bandtrock, mini drama oleh Teater Zat, dan musikalisasi puisi oleh Bengsas.
Menurut Ketua Pelaksana Puncak Kalpasastra 2026 Naufal Arsya Ananda, kegiatan ini mengambil tema Simfoni Makna: Melintasi Batas Kata, Menuju Puncak Rasa. "Kita melihat sastra hari ini masih banyak berkembang ke luar medium buku. Jadi, kita melihat sastra semakin luas jangkauannya, semakin bangak audiens, kita melihat itu satu hal yang sangat menarik untuk dibahas," ujar Naufal di sela acara yang digelar Sabtu (4/7/2026).
Naufal menambahkan, Kalpasastra 2026 ini terdiri dari dua acara, yakni lomba dan puncak acara. Di Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ menghadirkan penulis skenario, produser, dan sutradara Salman Aristo.
Baca Juga: Okky Madasari Berbagi Kisah Inspiratif di Gelar Wicara Kalpasastra 2025
"Kami melihat Mas Salman Aristo seorang ahli di bidangnya, karena beliau pernah menulis film Bumi Manusia, Laskar Pelangi, yang merupakan adaptasi dari novel. Itu selaras dengan tema yang kita angkat," katanya.
Dalam gelar wicara yang digelar di Puncak Kalpasastra 2026, Salman Aristo antara lain menceritakan perjalanan kariernya sebelum berkecimpung di dunia film. Menurut pria yang akrab disapa Aris ini, dia mencintai film sejak usia 5 tahun.
"S-1 gua jurnalistik, tapi gue mencintai film sejak umur 5 tahun. Film adalah cinta pertama gua, karier pertama gua adalah puisi, karier pertama yang gua kejar adalah jadi pegawai band, anak band," papar Aris.
Menurut Aris, ketika dirinya memutuskan kuliah Jurnalistik di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan kemudian menjadi wartawan, hal itu tak terlepas dari keinginannya untuk bercerita.
"Jurnalistik mengajarkan gua satu hal, bahwa fakta itu nggak berdiri sendiri. Fakta, angka itu ada manusianya, nggak bisa dikecilin tuh yang keracunan MBG cuma sekian persen, itu ada orangnya, ada manusianya," ujarnya.
Pria yang dikenal melalui karya-karya film seperti Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, dan Garuda di Dadaku ini menambahkan, ketika dia masuk ke dunia penulisan skenario, yang berubah adalah alatnya.
"Bedanya adalah wartawan bekerja dengan apa yang sudah terjadi, penulis skenario bekerja dengan apa yang akan terjadi. Wartawan itu melaporkan, kalau penulis skenario itu membangun pengalaman bersama penonton, membangun keterlibatan dengan penonton," jelasnya.
Puncak Kalpasastra 2026 ini juga dimeriahkan beragam penampilan, antara lain solo vokal oleh Sasya Amalia Zahrani, pembacaan puisi oleh Nida Syamila, aksi Bandtrock, mini drama oleh Teater Zat, dan musikalisasi puisi oleh Bengsas.
(zik)
Lihat Juga :