UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Pada sesi pertama, Lintang A. Sholihah menyampaikan materi mengenai Analisis Fungsi Perilaku Maladptif Anak Berkebutuhan Khusus. Melalui pembahasan ini, guru dilatih untuk dapat fokus pada pemahaman akar dari perilaku anak, sehingga guru mampu merancang strategi intervensi yang tepat dan tidak sekadar fokus pada perilaku yang terlihat di permukaan.
Sementara Wahyu Hardiani menghadirkan materi mengenai Penguatan Praktik Kolaborasi Guru dalam Mendukung Pembelajaran Anak Neurodivergen di PKBM Ghaisan Cendekia. Pada pemaparan materi ini, para guru diajak untuk dapat memahami lebih dalam mengenai pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar anak dalam rangka mendukung kebbutuhan belajar yang beragam.
Sebagai peserta penyuluhan, para guru tidak hanya menerima materi. Mereka diajak untuk berdiskusi mengenai kasus, pengalaman mengajar, serta bagaimana praktik kolaborasi pembelajaran yang relevan dengan situasi nyata di lingkungan PKBM Ghaisan Cendekia. Baca juga: Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Melalui penyuluhan ini, para guru di PKBM Ghaisan Cendekia tidak hanya mendengarkan materi, akan tetapi juga diajak untuk melakukan diskusi interaktif berbasis studi kasus dan praktik di lingkungan PKBM Ghaisan Cendekia. Dengan demikian penyuluhan ini dapat meningkatkan dan memperluas wawasan guru dalam mengidentifikasi fungsi perilaku serta menyusun metode pembelajaran yang adaptif untuk anak berkebutuhan khusus.
”Penguatan kapasitas guru ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang jauh lebih inklusif dan berdampak nyata bagi anak berkebutuhan khusus,” demikian pernyataan UNJ.
Sementara Wahyu Hardiani menghadirkan materi mengenai Penguatan Praktik Kolaborasi Guru dalam Mendukung Pembelajaran Anak Neurodivergen di PKBM Ghaisan Cendekia. Pada pemaparan materi ini, para guru diajak untuk dapat memahami lebih dalam mengenai pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar anak dalam rangka mendukung kebbutuhan belajar yang beragam.
Sebagai peserta penyuluhan, para guru tidak hanya menerima materi. Mereka diajak untuk berdiskusi mengenai kasus, pengalaman mengajar, serta bagaimana praktik kolaborasi pembelajaran yang relevan dengan situasi nyata di lingkungan PKBM Ghaisan Cendekia. Baca juga: Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Melalui penyuluhan ini, para guru di PKBM Ghaisan Cendekia tidak hanya mendengarkan materi, akan tetapi juga diajak untuk melakukan diskusi interaktif berbasis studi kasus dan praktik di lingkungan PKBM Ghaisan Cendekia. Dengan demikian penyuluhan ini dapat meningkatkan dan memperluas wawasan guru dalam mengidentifikasi fungsi perilaku serta menyusun metode pembelajaran yang adaptif untuk anak berkebutuhan khusus.
”Penguatan kapasitas guru ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang jauh lebih inklusif dan berdampak nyata bagi anak berkebutuhan khusus,” demikian pernyataan UNJ.
(poe)
Lihat Juga :