Wisudawan S3 Termuda UGM Ungkap Perjuangan Raih Gelar Doktor, Lulus dengan IPK 3,99
Selasa, 28 Juli 2026 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riset ini, Sita dan tim melihat potensi genetik dari ayam-ayam lokal di Indonesia yang saat ini ada segmen pasar tersendiri yang bisa dimanfaatkan. Karena menjadi salah satu sumber protein hewani dibandingkan dengan daging lain, sehingga kedepannya mampu membantu program pemerintah dalam menyokong kebutuhan protein hewani di Indonesia.
“Jadi kami berusaha untuk melakukan perbaikan mutu genetik ayam lokal melalui persilangan dan seleksi sampai saat ini sudah mencapai generasi kelima,” jelasnya. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan hilirisasi untuk dikomersialisasikan di masyarakat.
Yesita mengaku perjalanannya meraih gelar doktor tidak mudah. Selama melakukan penelitian disertasi di lapangan, ujarnya, iapun harus memimpin 7-80 mahasiswa S1 dan S2 yang dikelola sejak awal ia masuk tim sampai sekarang.
“Dinamikanya tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi bagaimana saya melakukan manajerial tim dari berbagai laboratorium, sementara di sisi lain saya juga harus tetap menyusun disertasi untuk keperluan studi pribadi saya,” terangnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Segera Ditutup, Hindari Kesalahan Dokumen yang Bikin Gugur
Ia mengungkapkan bahwa proses pengambilan datanya juga cukup panjang. Sita dan tim harus mengawinkan dan menyilangkan ayam, memeliharanya sampai umur sekitar 32 minggu, lalu mengawinkannya kembali untuk generasi selanjutnya.
Proses dari telur hingga ayam dewasa ini dilakukan sampai generasi kedua untuk kebutuhan datanya. Selain itu, tantangan lainnya adalah manajerial tim dari berbagai minat lain, seperti daging, telur, susu, dan nutrisi yang turut diambil datanya.
“Jadi kami berusaha untuk melakukan perbaikan mutu genetik ayam lokal melalui persilangan dan seleksi sampai saat ini sudah mencapai generasi kelima,” jelasnya. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan hilirisasi untuk dikomersialisasikan di masyarakat.
Perjuangan Menguras Emosi, Energi, dan Tenaga
Yesita mengaku perjalanannya meraih gelar doktor tidak mudah. Selama melakukan penelitian disertasi di lapangan, ujarnya, iapun harus memimpin 7-80 mahasiswa S1 dan S2 yang dikelola sejak awal ia masuk tim sampai sekarang.
“Dinamikanya tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi bagaimana saya melakukan manajerial tim dari berbagai laboratorium, sementara di sisi lain saya juga harus tetap menyusun disertasi untuk keperluan studi pribadi saya,” terangnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Segera Ditutup, Hindari Kesalahan Dokumen yang Bikin Gugur
Ia mengungkapkan bahwa proses pengambilan datanya juga cukup panjang. Sita dan tim harus mengawinkan dan menyilangkan ayam, memeliharanya sampai umur sekitar 32 minggu, lalu mengawinkannya kembali untuk generasi selanjutnya.
Proses dari telur hingga ayam dewasa ini dilakukan sampai generasi kedua untuk kebutuhan datanya. Selain itu, tantangan lainnya adalah manajerial tim dari berbagai minat lain, seperti daging, telur, susu, dan nutrisi yang turut diambil datanya.
Lihat Juga :