Wisudawan S3 Termuda UGM Ungkap Perjuangan Raih Gelar Doktor, Lulus dengan IPK 3,99
Selasa, 28 Juli 2026 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi saya bisa belajar bagaimana memanajemen waktu sekaligus orang-orang yang bergabung di dalam tim, sembari juga tetap menjalin relasi dan mencari pendanaan dan sebagainya,” ungkap Sita.
Selama menempuh studi doktor ini, Sita tak hanya menjalankan kuliah saja. Banyak penelitian dan kegiatan sosial, seperti organisasi di kampus, turut dijalankan secara bersamaan.
Dari menghasilkan publikasi dan hak cipta dalam bentuk poster hingga mengikuti kegiatan kesenian seperti karawitan dilakukan oleh Sita selama ia menjadi mahasiswa pascasarjana.
“Bagi saya, di samping studi, kita harus tetap menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain dan menyeimbangkan kesenangan agar hidup tetap seimbang,” ungkapnya.
Sita mengaku awalnya tidak tertarik dengan untuk meraih gelar doktor karena saat itu masih masa Covid-19. Namun adanya program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) mengubah pendiriannya.
“Sebenarnya saya tidak kepikiran sebelumnya karena waktu itu masih masa Covid. Akhirnya saya melanjutkan S2 dan S3 melalui program PMDSU di Fakultas Peternakan UGM,” jelasnya.
Kini dengan gelar Doktor yang ia punya ia ingin jadikan bekal untuk meraih cita-citanya semenjak duduk di bangku SMA, yakni menjadi akademisi atau dosen. Cita-cita menjadi pengajar ini lahir karena di kampung halamannya ia senang mengajak anak-anak sekitarnya untuk belaajr bersama.
Ia berharap setelah mendapat gelar doktor ini, ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mampu menjaga integritas dan loyalitas saat mendaftar menjadi dosen, serta terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Bagi saya, pembelajaran tidak akan pernah putus meskipun sudah menyelesaikan jenjang S3,” pungkasnya.
Berbagi Waktu Meneliti, Kegiatan Sosial, dan Organisasi Kampus
Selama menempuh studi doktor ini, Sita tak hanya menjalankan kuliah saja. Banyak penelitian dan kegiatan sosial, seperti organisasi di kampus, turut dijalankan secara bersamaan.
Dari menghasilkan publikasi dan hak cipta dalam bentuk poster hingga mengikuti kegiatan kesenian seperti karawitan dilakukan oleh Sita selama ia menjadi mahasiswa pascasarjana.
“Bagi saya, di samping studi, kita harus tetap menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain dan menyeimbangkan kesenangan agar hidup tetap seimbang,” ungkapnya.
Bercita-cita Jadi Dosen
Sita mengaku awalnya tidak tertarik dengan untuk meraih gelar doktor karena saat itu masih masa Covid-19. Namun adanya program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) mengubah pendiriannya.
“Sebenarnya saya tidak kepikiran sebelumnya karena waktu itu masih masa Covid. Akhirnya saya melanjutkan S2 dan S3 melalui program PMDSU di Fakultas Peternakan UGM,” jelasnya.
Kini dengan gelar Doktor yang ia punya ia ingin jadikan bekal untuk meraih cita-citanya semenjak duduk di bangku SMA, yakni menjadi akademisi atau dosen. Cita-cita menjadi pengajar ini lahir karena di kampung halamannya ia senang mengajak anak-anak sekitarnya untuk belaajr bersama.
Ia berharap setelah mendapat gelar doktor ini, ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mampu menjaga integritas dan loyalitas saat mendaftar menjadi dosen, serta terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Bagi saya, pembelajaran tidak akan pernah putus meskipun sudah menyelesaikan jenjang S3,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :