UGM Ciptakan GeNose, Alat Deteksi COVID-19 Kurang dari 2 Menit
Sabtu, 26 September 2020 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk saat ini kemampuan produksi optiumum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya.
Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra menambahkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama nafas melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. (Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Pemantau Kondisi Manula )
“Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence),” tambahnya.
GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID di Bambanglipuro Bantul hasilnya tingkat akurasi hingga 97% .
“Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua,” jelasnya.
Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra menambahkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama nafas melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. (Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Pemantau Kondisi Manula )
“Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence),” tambahnya.
GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID di Bambanglipuro Bantul hasilnya tingkat akurasi hingga 97% .
“Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua,” jelasnya.
(mpw)
Lihat Juga :