Rencana Mendikbud Lanjutkan BDR via Televisi Dinilai Langkah Mundur
Minggu, 27 September 2020 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Indra mengatakan, seharusnya Nadiem Makarim bisa membedakan antara belajar aktif dan pasif. Televisi membentuk pola belajar pasif karena tidak ada interaksi antara guru dengan murid maupun antar murid.
“Tidak ada umpan balik dari apa yang dilakukan oleh siswa. Semaunya adalah komunikasi satu arah. Dengan pola belajar pasif tentunya tidak bermuara pada pembentukan peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” tuturnya.
Padadal model pelajar Pancasila menjadi target Nadiem sendiri. Pelajar diharapkan memiliki sikap kritis, kreatif, bergotong royong, dan lain sebagainya. Televisi sebagai media alternatif pembelajaran pada masa pagebluk COVID-19 masih bisa diterima.
Namun, jika dijadikan kebijakan permanen dan menguras uang rakyat, menurut Indra, Nadiem harus bisa menjelaskan mengenai kajian-kajian akademisnya. Kajian itu harus yang membuktikan bahwa televisi dapat mengembangkan literasi, numerasi, kebudayaan, pendidikan karakter, dan bahasa Inggris secara efektif di abad 21 ini.
Indra menerangkan pemerintah seharusnya berkonsentrasi untuk mengurangi kesenjangan digital di dunia pendidikan. Abad 21 ini merupakan era inovasi dimana alat kerjanya harus yang multifungsi.
“Tidak ada umpan balik dari apa yang dilakukan oleh siswa. Semaunya adalah komunikasi satu arah. Dengan pola belajar pasif tentunya tidak bermuara pada pembentukan peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” tuturnya.
Padadal model pelajar Pancasila menjadi target Nadiem sendiri. Pelajar diharapkan memiliki sikap kritis, kreatif, bergotong royong, dan lain sebagainya. Televisi sebagai media alternatif pembelajaran pada masa pagebluk COVID-19 masih bisa diterima.
Namun, jika dijadikan kebijakan permanen dan menguras uang rakyat, menurut Indra, Nadiem harus bisa menjelaskan mengenai kajian-kajian akademisnya. Kajian itu harus yang membuktikan bahwa televisi dapat mengembangkan literasi, numerasi, kebudayaan, pendidikan karakter, dan bahasa Inggris secara efektif di abad 21 ini.
Indra menerangkan pemerintah seharusnya berkonsentrasi untuk mengurangi kesenjangan digital di dunia pendidikan. Abad 21 ini merupakan era inovasi dimana alat kerjanya harus yang multifungsi.
Lihat Juga :